INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tahun 2011-2015, Abraham Samad, menegaskan korupsi bisa menghancurkan peradaban suatu bangsa.
Hal tersebut ditegaskan Abraham saat menjadi pembicara pada Dialog Gini Gitu yang diprakarsai orum Kreativitas Pemudi (FKP) Sulsel di salah satu Cafe di Jalan Sultan Alauddin Makassar, Kamis (1/3/2018).
“Korupsi menghadirkan dampak sosial yang membuat masyarakat semakin miskin. Korupsi juga membuat ketimpangan di Indonesia,” ujarnya.
Pria kelahiran 27 November 1966 tersebut memaparkan, dari setengah kekayaan alam di Indonesia 1 persen dikuasai oleh orang terkaya di negeri ini.
“Dari 49 persen kekayaan alam Indonesia 1 persennya dikuasai oleh orang terkaya di Indonesia. Kalau semua kekayaan alam dikuasai, kita dapat apa ?” paparnya.
Pria berusia 51 tahun ini mengatakan untuk memberentas korupsi tidak harus menjadi polisi, anggota KPK, atau hakim. Pemberantasan korupsi bisa dilakukan dengan gerakan sosial dan gerakan semesta. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak bermasa bodoh terhadap kasus korupsi di negeri ini.
“Masyarakat jangan skeptis dan apatis terhadap korupsi. Selagi masyarakat tetap begitu, jangan pernah bermimpi korupsi hilang di Indonesia,” imbuhnya.
Abrahama menambahkan, untuk menghilangkan korupsi di Indonesia maka harus melewati tiga tahapan. Di Indonesia telah memasuki tahapan ketiga.
“Tiga tahapan itu, pertama menggunakan tindakan regresif, kedua melakukan perbaikan sistem, ketiga menjalankan pendidikan integritas,” tambahnya.
Pria asal Makassar ini menutup dengan memberikan motivasi kepada pemuda selaku penentu masa depan bangsa Indonesia agar mempunyai impian besar tanpa melupakan tempatnya berpijak.
“Martabat bangsa tidak dibangun dengan perilaku korupsi tapi dibangun di atas kejujuran dan integritas. Maka dari itu, bagi seluruh generasi muda gantungkanlah cita-citamu setinggi langit tapi kakimu tetap harus berpijak di bumi,” tutupnya.
Penulis: Adriyan Adirizky Rahmat/C
Ediotor : Asril Syahril





