INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Gaji para honorer di RSUD Daya, Makassar belum terbayar. Akis ini memantik aksi demonstrasi di kalangan pegawai. Mereka mempertanyakan komitmen Plt Walikota Makassar yang dijabat Syamsu Rizal. Juga Direktur rumah sakit milik Pemkot Makassar tersebut.
Anggota DPRD Kota Makassar, Abdi Asmara, pun angkat bicara. Menurut legislator Partai Demokrat ini keterlambatan gaji tersebut bukan kesalahan Direktur RSUD, dr. Ardin Sani.
‘’Ini karena lambannya Pemkot Makassar memproses administrasi pencairan keuangan tenaga kontrak.
Kami minta Plt Walikota Makassar segera menyelesaikan proses administrasi terkait pembayaran gaji honorer dan kontrak,” tegas Abdi.
Bagi Abdi gaji adalah kebutuhan. Wajar jika ada reaksi karena permasalahan perut serta kebutuhan-kebutuhan lainnya. ‘’Apalagi mereka itu pegawai kontrak nyang gajinya tidak seberapa. Kalau sengaja dihambat, kan kasihan mereka,” ujar Abdi.
Direktur RSUD Daya Makassar, dr. Ardin Sani, mengaku sudah mengupayakan agar dana pegawai kontrak di RSUD Daya ini segera dicairkan BPKAD. Namun memang membutuhkan waktu untuk proses administrasi pencairannya.
“Kami terbuka dan tidak ada yang kami tutup-tutupi,” ujar dr Ardin, direktur yang membawa RSUD Daya meraih penghargaan Akreditasi Paripurna ini.
Keterlambatan gaji para honorer tidak hanya terjadi di RSUD Daya, tapi meluas di hampri semua SKPD. Termasuk insentif RT/RW se kota Makassar. Ironisnya ini terjadi sejak Daeng Ichal menjabat Plt Walikota Makassar.
‘’Sepertinya ada unsur kesengajaan. Kami heran, karena sepertinya sengaja diperlambat agar terjadi gejolak,” cetus Ahmad, salah satu Ketua RW.
Penulis : Asri





