INFOSULSEL.COM,MAKASSAR – Ribuan pendukung pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi) turun ke jalan. Para pendukung ini datang dari berbagai komunitas yang ada di Makassar.

Gelombang massa ini memadati jalan-jalan protokol. Mereka berunjuk rasa di perempatan Jalan Urip Sumoharjo-AP Pettarani-Jalan Tol Reformasi atas putusan MA yang menolak
kasasi KPU Makassar.
Sekitar dua jam, massa kemudian bergerak menuju depan kantor Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PP TUN) Makassar di Jalan AP Pettarani. Sambil berorasi massa juga memblokade jalan utama yang
menyebabkan arus lalulintas lumpuh total.
Aksi massa ini sempat memanas. Berawal ketika massa membakar ban bekas. Aksi ini dihalangi oleh aparat keamanan. Saing dorong terjadi. Seorang oknum aparat lalu bertindak kasar dan memukul seorang peserta aksi yang menyebabkan mengalami luka di telingannya.
“Tolong Pak berikan kami kesempatan mengekspresikan bentuk kekecewaan kami terhadap putusan MA. Kami hanya membakar ban bekas. Bukan mau membakar kantor PTTUN. Itu harga mati, tidak akan kami lakukan,” tegas Aroel, koordinator lapangan aksi melalui pengeras suara.

Aroel juga mengaku kecewa atas tindakan kasar yang dilakukan salah satu oknum aparat yang memukul salah satu peserta aksi yang menyebabkan luka di telinga salah satu peserta aksi.
‘’Tolong aparat jangan memprovokasi. Hanya karena bakar ban kawan kami diperlakukan kasar sampai menderita luka-luka,” cetus Aroel.
Menurut dia, api dari ban bekas yang dibakar itu hanya beberapa menit saja apinya padam. ‘’Kami tidak akan mungkin membakar kantor PTTUN, karena kami sadar itu adalah asset negara,” teriak dia lagi.
Massa nyaris saja merangset, berusaha membobol penjagaan polisi di depan kantor PTTUN, namum berhasil diredam.
“Polisi bukan lawan kita, lawan kita adalah hakim PTTUN,” seru Aroel.

Aksi ini dipantau langsung oleh Kapolrestabes Makassar Kombes Polisi Irwan Anwar dari mobil komando
Meski demikian aksi yang dikawal sekitar 4000 aparat dari Polri dan TNI berjalan damai. Tidak ada insiden berarti. Sekitar pukul 17.00 WITA massa DIAmi meninggalkan lokasi menuju Anjungan Pantai Losari.
Penulis : Asri Syahril





