INFOSULSEL.COM,MAKASSAR – Lima laga sudah dilalui PSM Makassar di kompetisi sepakbola Liga 1 2018. Namun hasilnya, masih belum menggembirakan. Dua kiper yang diturunkan keduanya sudah kebobolan 8 gol.
Hasilnya ini tentu cukup memprihatinkan. Lemahnya lini belakang tak sepadan dengan hasil yang ditoreh pemain depan PSM yang sudah mengoleksi 10 gol.
Kebobolan delapan gol bukti keroposnya lini pertahanan. Padahal di posisi ini diisi oleh pemain yang sarat pengalaman. Sebut saja misalnya Zulkifli Syukur dan Abd Rahman. Keduanya sudah malang melintang di berbagai klub papan atas Liga Indonesia. Keduanya ditopang seorang stoper asing yang juga punya pengalaman bermain di beberapa klub mancanegara.
Melihat tiga sosok pemain ini seharusnya lini vital ini tidak kebobolan sebanyak itu dalam lima laga pertama di putaran pertama. Jauh berbeda dibanding performa musim lalu.
Musim lalu lima laga yang dilakoni, PSM hanya kebobolan tiga gol dan menceploskan delapan gol. Laga awal musim Juku Eja mencatat empat kemenangan dan sekali seri. Pekan pertama, misalnya, menang 3-1 atas Persela Lamongan di Makassar. Di laga away PSM mampu menahan imbang Mitra Kukar 1-1 di kandangnya.
Tiga pekan berikutnya Rizky Pellu dkk secara beruntun menuai hasil positif. Masing-masing menang 1-0 atas Persija Jakarta di Makassar, menang 2-1 di Stadion Marora, kandang Perseru Serui dan menang lagi 1-0 saat menjamu Arema FC di Mattoanging.
Pemerhati PSM yang juga mantan pentolan The Macz Man, Andi Syam Paswah menilai posisi bek sayap PSM perlu dievaluasi.
“Celahnya ada pada posisi sang Zulkifli Syukur. Hampir semua gol berasal dari sana,” ungkap Coklat, sapaanya.
Hal ini juga diakui oleh pelatih PS Tira, Rudy Priyambada. Menurutnya, tiga gol yang tercipta dari anak asuhnya hasil dari strateginya mengeksploitasi sisi kanan pertahanan Pasukan Ramang.
Coklat, sapaan Andi Syam Paswah menegaskan Robert Alberts melakukan evaluasi. Termasuk mempertimbangkan dua pemain cadangan yang bisa mengisi slot tersebut.
“Di posisi itu masih ada Wasyiat atau Hasyim Kipuw,” ujarnya.
Musim lalu, PSM finish di peringkat ketiga klasemen akhir Liga 1 2017. Saat itu Pasukan Ramang sukses mengemas 65 poin. Terpaut tiga angka dari sang juara Bhayangkara FC yang mengoleksi 68 poin.
Dari 34 pertandingan yang dilakoni, PSM hanya kalah tujuh kali, imbang delapan kali dan menang 19 kali. Hasil itu cukup memuaskan para fans setia PSM. Tidak heran jika musim ini mereka memiliki ekspektasi yang tinggi dengan tim kebanggaan mereka.
Penulis : Asri Syahril





