Abraham Samad Sampaikan Terima Kasih Kepada Masyarakat Sulsel

Abraham Samad disambut antusias masyarakat saat deklarasi di Makassar.(FOTO: ASRI SYAHRIL)

INFOSULSEL.COM,MAKASSAR – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2011-2015 menyampaikan rasa terimakasihnya kepada seluruh masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel), khususnya dan Indonesia Timur pada umumnya atas dukungannya pada deklarasi AS for Presiden di Anjungan Pantai Losari, Makassar,  Senin (7/5/2018).

‘’Kehadiran berbagai elemen merupakan bentuk apresiasi, sikap kritis dan respon masyarakat dalam mencari pemimpin yang tepat. Oleh karena itu melalui kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih atas dukungannya kepada saya,” kata Abraham Samad, Rabu (9/5/2018).

Sebagai anak yang lahir dan dibesarkan di Makassar Abraham mengaku bangga atas dukungan masyarakat Sulsel,  terkhusus masyarakat yang hadir pada deklarasi tersebut.

“Terhadap dukungan itu saya memberi apresiasi yang setinggi tingginya. Saya berjanji untuk menjaga dan merawat amanah tersebut dan akan saya pertanggungjawabkan dengan sebaik baiknya,” janji Abraham.

Pria kelahiran 27 November 1966 ini juga berjanji siap mewakafkan diri, jiwa dan raganya demi kesejahteraan masyarakat Indonesia.

“Oleh karena itu saya mengajak kita semua untuk mengawal proses Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 nanti dalam mencari pemimpin yang terbaik,” ujarnya.

Ia juga mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap menjaga nilai ke-Indonesiaan, persatuan dan kesatuan bangsa, dan keutuhan negara

“Sekali lagi saya mengucapkan terimakasi yang tak terhingga atas dukungan saudara saudara di Indonesia Timur. Perkenankan pula saya menyampaikan permohonan maaf jika tidak sempat menyapa satu per satu pendukung yang hadir di acara deklarasi tersebut. Semoga langkah awal yg baik ini memberi kita harapan besar menuju Indonesia bebas korupsi, Indonesia yang kuat, Indonesia hebat dan Indonesia Sejahtera,” tegas pendiri Anti Koruption Committee (ACC), sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak dalam pemberantasan korupsi ini.

Saat menjabat ketua KPK, Abraham memang dikenal sangat agresif dalam pemberantasan korupsi. Beberapa jenderal aktif kepolisian berhasil ia seret dalam kasus korupsi. Termasuk tiga menteri aktif yang dijerat KPK. Mereka adalah  Menpora Andi Mallarangeng, Menag Suryadharma Ali dan Menteri ESDM Jero Wacik.

Itu belum termasuk sejumlah gubernur, bupati dan walikota. Diantaranya mantan Walikota Makassar dua periode, Ilham Arief Siradjuddin  yang sampai saat ini masih mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Semua capaian gemilang Samad terhenti, ketika ia dituding melakukan pemalsuan dokumen dan paspor. Lucunya, kasus tersebut tidak lanjut sampai sekarang.

Abraham menyelesaikan pendidikan Sarjana di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) pada 1993. Ia mengambil program master dan menyelesaikan program doktoralnya pada 2013 di universitas yang sama dengan mengambil tesis mengenai pemberantasan korupsi, yaitu mengupas penanganan kasus korupsi di pengadilan negeri.

Abraham mengawali kariernya sebagai seorang advokat sejak 1995. Saat aktif sebagai penggiat anti korupsi di ACC dan berhasil membongkar kasus-kasus korupsi terutama di Sulsel melambungkan namanya seantero nusantara. Abraham kemudian dijuluki panglima anti korupsi.

Pencalonan dirinya sebagai pimpinan KPK pada 2011 adalah yang ketiga baginya setelah sebelumnya gagal dalam dua periode. Samad juga pernah mendaftar sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Komisi Yudisial (KY).

Dalam perjalanannya, Abraham dikenal dekat dengan beberapa kelompok dan tokoh Islam di Indonesia. Ketika tersangka teroris Abu Bakar Ba’asyir mengunjungi Makassar pada 2009, ia terlihat menemaninya.

Abraham juga dikenal dekat dengan kelompok garis keras di Makassar, Laskar Jundullah. Sebelumnya pada 2002, Abraham menjadi pengacara dari Agus Dwikarna, teroris yang didakwa penjara 17 tahun oleh pengadilan Filipina setelah ditangkap di Bandara Udara Internasional Ninoy Aquino Manila karena membawa bahan peledak.

Pada 2014, nama Abraham banyak muncul terkait dengan bursa pencalonan dirinya sebagai wakil presiden mendampingi Joko Widodo (Jokowi). Ia bersaing dengan Jusuf Kalla.

Kini, jelang Pilpres 2019 Abraham terang-terangan menyatakan diri akan maju di bursa capres. Berbagai elemen masyarakat di Indonesia mendukungnya. Ini terbukti deklarasi yang dilakukan oleh masyarakat dan mengundang Abraham untuk hadir.

Saat hadir di deklarasi capres di Makassar ia mengaku telah berkomunikasi dengan semua partai politik. Namun Abraham mengaku belum pada tahap pembahasan siapa calon presiden dan wakil presiden.

 

Penulis : Asri Syahril  

Pos terkait