Gugur dalam Kerusuhan di Mako Brimob, Keluarga Briptu Fandi Gelar Doa Bersama

Keluarga berdoa di samping peti jenazah korban kerusuhan di Mako Brimob almarhum Briptu Fandy Setyo Nugroho di rumah duka, di Kompleks Polri, Jatirangga, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (9/5/2018). Almarhum Briptu Fandy Setyo Nugroho menjadi salah satu korban meninggal akibat insiden kerusuhan di Rutan Mako Brimob, Depok. (ANTARA)

INFOSULSEL.COM,JAKARTA — Kerabat dan sanak keluarga Briptu Fandi Setya Nugraha menggelar doa bersama atau tahlil di rumah duka di Jalan Duku II Perum Korpri, Kampung Ngembik, Kelurahan Kramat Selatan, Kota Magelang, Jawa Tengah.

Briptu Fandi adalah salah satu anggota Brimob yang menjadi korban kerusuhan di Markas Komando Brimob Mangga Dua, Depok, Jawa Barat, Selasa (8/5/2018).

Puluhan keluarga, kerabat dan para tetangga berdatangan untuk mengikuti kegiatan tersebut. Mereka juga terlihat silih berganti menyampaikan belasungkawa kepada sanak keluarga.

Briptu Fandi merupakan anak kedua pasangan Rumpoko dan AKBP Jumiyati, Kabagren Polres Magelang. Sang ibu sejak Rabu (9/5/2018) siang sudah berangkat ke rumah duka di Bekasi, yang selama ini sebagai tempat tinggal Fandi bersama istri dan anaknya.

Rumpoko, ayah Fandi, mengaku belum mengetahui pasti kronologi kerusuhan di dalam Mako Brimop itu hingga menyebabkan anak kebanggaannya itu gugur.

“Kami belum tahu, kami masih menunggu,” ucap Rumpoko singkat, seperti dikutip Kompas.com. Rabu (9/5/2019) malam.

Rumpoko mengatakan Fandi lahir di Kota Magelang, 9 Desember 1988. Dia menjadi anggota Polri sejak 2012, dan dinas pertama sebagai penyidik Detasemen Khusus (Densus) 88 di Markas Komando Brimob Mangga Dua, Depok, Jawa Barat.

Seperti diberitakan, Fandi adalah satu dari lima korban anggota Polri yang gugur dalam insiden kerusuhan di Markas Komando Brimob Mangga Dua, Depok. Kerusuhan itu melibatkan para tahanan kasus terorisme di mako tersebut.

Korban lainnya adalah Bripka Denny Setiadi warga Cipayung Jakarta Timur, Ipda Ros Puji warga Tajur Halang Kabupaten Bogor, Syukron Fadli warga Cakung, dan Wahyu Catur warga Kamulyan Kuwarasan, Kebumen.

 

Penulis : Asril/dbs

Pos terkait