Ditanyai Kejelasan Anggaran, Pimpinan FE UNM Hindari Massa Aksi

INFOSULSEL.COM, MAKASSSAR – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Makassar (BEM FE UNM) menggelar aksi demonstrasi di lapangan FE UNM, Kamis (24/5/2018).

Mereka meminta kejelasan mengenai paket FE UNM anggaran 2018 yang tercantum dalam website resmi Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) yang memuat 41 poin pengadaan barang/jasa di FE UNM dengan total anggaran Rp 2.876.624.000.

Bacaan Lainnya

Presiden BEM FE UNM, Andri Chandriawan menilai, dari total 41 poin pengadaan barang/jasa tersebut sebagian besar tidak ada yang terealisasi sampai sekarang.

“Kami meminta kejelasan dari pihak pimpinan. Dalam paket anggaran FE UNM ini, sangat banyak yang telah lewat masa pengadaannya. Pertanyaannya anggarannya dikemanakan” ungkapnya saat orasi.

Mahasiswa yang kerap disapan Andri ini menyampaikan, dengan anggaran yang sangat banyaknya harusnya sudah ada hasil yang dinikmati oleh mahasiswa. Contohnya anggaran pengerjaan dan pemeliharaan toilet Gedung FE UNM yang totalnya mencapai angka Rp 181.257.600. Tetapi realitanya tidak ada sama sekali yang terealisasi.

“Dari total 17 toilet yang ada, hanya ada 3 yang layak pakai,” papar mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi FE UNM ini.

“Ini baru berbicara persoalan kebutuhan mahasiswa diluar perkuliahan. Banyak dari kalangan mahasiswa hingga dosen yang mengeluh kepanasan saat menerima materi perkuliahan. Padahal anggaran pengadaan fasilitas elektronik pendukung pembelajaran FE UNM mencapai angka Rp 182.383.000,” sambungnya.

Jenderal Lapangan (Jenlap) aksi, Oki Sanjaya mengaku kecewa dengan sikap Dekan dan Pembantu Dekan (PD) FE UNM yang semula berjanji untuk membuka ruang dialog setelah shalat Dzhuhur tapi malah memilih kembali masuk ke ruangannya dan mengabaikan massa aksi.

“Dimana lagi kami akan meminta kejelasan kalau sikap pimpinan seperti ini. Mereka yang harusnya bisa transparan, nyatanya tidak mau berdialog dengan kami secara terbuka. Seakan ada yang mereka sembunyikan,” ujar Mentri Sosial dan Politik BEM FE UNM ini.

Ia juga menegaskan, apabila sampai beberapa hari kedepan pihak pimpinan tetap menolak untuk dialog secara terbuka, maka akan ada gerakan yang lebih besar dari aksi ini.

Penulis: Adriyan

Pos terkait