Dua Anggota Polisi Korban Bom Gereja Naik Pangkat

Polisi melajukan pengamana ketat di lokasi bom bunuh diri yang terjadi dua hari terakhir Minggu dan Senin (13-14/5/2018) di tiga gereja di Surabaya dan Mapolrestabes Surabaya.

INFOSULSEL.COM,MAKASSAR — Dua anggota Polsek Gubeng yang menjadi korban bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Jalan Ngagel Madya, mendapat kenaikan pangkat luar biasa. Keduanya yakni Aiptu Junaedi dan Aiptu Ahmad Nur Hadi. 

Presiden Joko Widodo didampingi Menkopolhukam Wiranto, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kepala BIN Budi Gunawan saat memantau lokasi ledakan Bom Surabaya di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS), 13 Mei 2018.

Hal ini disampaikan Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin. Menurutnya, kenaikan pangkat bagi kedua polisi  berpangkat Ajudan inspektur Satu (Aiptu) itu langsung dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

“Saya sampaikan dua anggota kami yang kemarin jadi korban bom sudah mendapatkan kenaikan pangkat dari Bapak Kapolri. TR (Telegram) sudah turun,” kata Machfud, Selasa (15/5/2018).

Namun, hingga kini kondisi Aiptu Ahmad Nur Hadi masih dirawat secara intensif di RSU dr Soetomo. Karena mengalami luka cukup parah, hingga satu matanya harus diambil.

“Matanya hilang satu, mudah-mudahan satu bisa berfungsi secara normal,” lanjutnya.

Selain kedua anggota ini, Machfud berharap kenaikan pangkat juga diberikan kepada 6 anggota kepolisian dari Mapolrestabes Surabaya, yang juga turut menjadi korban bom, Senin (14/5/2018).

“Kami sudah ajukan kepada Bapak Kapolri. Mudah-mudahan secepatnya dapat penghargaan,” lanjut jenderal bintang dua ini.

Keenam anggota tersebut sudah memasuki fase pemulihan dan penanganan medis intensif. Beberapa sudah ada yang bisa berinteraksi.

 

Penulis : Aril/dbs

Pos terkait