INFOSULSEL.COM, MAKASSAR– Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan Soni Sumarsono kurangnya informasi terhadap progress pembangunan Kereta Api Trans Sulawesi tahap pertama Makassar-Parepare.
“Sepertinya ada problem dalam proyek Kereta Api ini. Satker KA dari Kementerian Perhubungan kurang informasi ke Pemerintah Daerah,” ujar Soni Sumarsono, Kamis (10/5/2018).
Menurutnya, ini bukan tanggung jawab Dinas Perhubungan. Yang ia sesalkan karena jika ada masalah terkait lahan, baru berteriak ke Pemda.
Sebagai Penjabat Gubernur salah satu tugas Soni adalah memastikan proyek strategis nasional (PSN) berjalan dengan baik. Sayangnya sejak sebulan lebih menjabat di Sulsel Soni belum juga mendapatkan informasi detail mengenai pembangunan proyek sepanjang 145 kilometer (Km) itu. Ia mengakui terjadi kendala dalam mengakses informasi yang detail terhadap progress pembangunan Kereta Api tersebut.
Soni menjabat April lalu. Tapi progress pengerjaanya belum diketahui secara menyeluruh. Bahkan saat meminta detail perkembangan proyek tersebut ke Dinas Perhubungan, ternyata Satuan Kerja (Satker) jarang memberikan laporan.
Padahal pemerintah pusat menargetkan proyek Kereta Api tahap pertama Makassar-Parepare yang dikerjakan di Barru, ditargetkan Oktober nanti mulai dimanfaatkan dengan rute Barru – Palanro sepanjang 44 Km.
Kementerian Perhubungan bersama BKPM telah mengundang sejumlah investor untuk melanjutkan pembangunannya setelah ini. Menurutnya, dari hasil pengamatannya selama ini sinergitas antara Kementerian Perhubungan melalui Satker dengan Pemda melalui Dishub masih kurang.
“Saya hampir pastikan koordinasi tidak bagus,” cetus Soni
Ia sudah meminta agar Satker segera melapor terkait dengan progress kereta api melalui Kepala Dinas Perhubungan. Tapi belum direspon.
“Saya belum terima laporannya, apakah ada kesulitan masalah lahan atau seperti apa,” sesal Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri ini.
Sebaliknya Soni justru mengapresiasi langkah Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWS-PJ) yang datang untuk melaporkan sejumlah progress pengerjaan proyek bendungan dan revitalisasi yang menjadi kewenangannya. Bahkan memberikan buku sebagai bahan informasi.
“Ini bagus, Kepala Balai langsung datang melaporkan progresnya, bahkan memberikan informasi melalui buku,” ungkap Soni.
Penulis : Mirsan
Editor : Asri Syahril





