INFOSULSEL.COM, MAKASSAR –Belasan ribu warga Kota Makassar dan sekitarnya, menyerbu rumah pribadi Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla di Jalan Haji Bau, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (17/8/2018). Warga hadir untuk mengikuti open house.
Kegiatan ini menjadi tradisi rutin dilakukan keluarga JK setiap lebaran Idul Fitri. Ribuan masyarakat selalu datang. Bahkan ada yang rela datang sejak pukul empat subuh. Ada juga yang datang dari luar Makassar.

M Iqbal, misalnya. Ia datang bersama bapak, ibu, serta saudara-saudaranya hanya untuk berjabat tangan dengan Wapres JK.
“Datangnya dari subuh pak. Ini yang ketiga kalinya saya datang, tiap tahun. Saya juga dapat uang Rp 100 ribu, anak-anak dapat 50 ribu,” aku warga Kabupaten Gowa ini.
Namun tidak semua dapat berjabat tangan dan mendapatkan buah tangan dari JK. Seperti yang dialami Rina. Ia pulang dengan wajah kesal lantaran tidak mendapatkan apa-apa. Rina mengaku telat datang ke rumah JK.
“Saya memang terlabat datang. Waktu saya tiba pintu sudah ditutup,” kata dengan raut wajah kecewa.
Terlihat aparat keamanan berjaga-jaga di beberapa titik lokasi. Warga yang ingin bersalaman dengan Wapres diperiksa satu per satu sebelum memasuki halaman rumah. Warga tidak diperkenankan membawa tas serta memakai jaket.
Menurut petugas, warga sudah datang mengantre sejak jam lima subuh. Bahkan ada yang datang dari jam empat subuh hanya untuk bersalaman dengan Wapres.
“Kasihan juga sih, padahal open house-nya baru dibuka jam sembilan pagi,” ujar salah satu petugas.
Open house ditutup pukul 12.00 Wita. Terlihat beberapa tokoh penting di Sulsel hadir. Antara lain Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, Calon Gubernur Sulsel Ickhsan Yasin Limpo dan Nurdin Abdullah, serta tokoh penting lainnya.
Selama open house berlangsung, 12 orang sempat pingsan karena kelelahan. “Ada dua anak-anak, delapan lansia, dan dua orang remaja,” sebut panitia.
Panitia tidak mau kecolongan seperti tahun sebelumnya yang pernah memakan korban jiwa. Tahun ini open house ditata lebih terorganisir. Petugas medis diperbanyak, sehingga warga yang pingsan dapat segera ditolong dengan cepat.
Penulis : Asril





