INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel memastikan, distribusi undangan memilih atau lembar C6, rampung hari ini, Selasa (26/6/2018). Bagi warga yang belum mendapatkan lembar C6, tak perlu khawatir. E-KTP bisa menjadi pengganti sebagai modal menuju ke TPS untuk mencoblos.
Komisioner Bidang SDM KPU Sulsel, Faisal Amir, mengatakan, warga yang belum mendapatkan C6 dan belum terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT), tetap punya hak untuk menyalurkan hak pilih/suara di bilik TPS. Solusinya, cukup membawakan e-KTP atau surat keterangan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dan diperlihatkan ke petugas di TPS setempat.
“Biar tak dapat undangan C6, bisa memilih. Cukup bawa e-KTP atau Suket. Selagi punya nama terdaftar di kabupaten kota,” jelas Faisal.
Tapi warga yang belum terdaftar atau belum menerima undangan C6, jadwal penjoblosannya pukul 12.00 siang, atau setelah warga yang mendapat undangan C6 menyalurkan hak pilihnya.
Staf Bidang Logistik KPU Sulsel, Herjanta Sarra, menambahkan, pihaknya sudah mendistribusikan C6 kepada KPU kabupaten/kota, untuk diteruskan ke KPPS dan PKK. KPPS dan PKK akan menyelesaikan pembagikan C6 di 24 kabupaten kota, Selasa (26/6/2018 hari ini atau sehari sebelum hari pencoblosan. Jumlah C6 yang didistribusikan untuk Pilgub Sulsel, sebanyak 3.011.494 lembar.
“Jumlah ini sesuai sistem informasi data pemilih,” jelas Herjanta.
Untuk mengantisipasi penyalahgunaan C6, KPU dan Panwas sudah berkoordinasi dengan PPK dan KPPS.
KPU juga telah menyesuaikan logistik C6 dan surat suara sesuai DPT Sulsel. Totalnya 6.022.987. Sedangkan kertas surat suara cadangan sebanyak 157.142. Ini untuk mengantisipasi pemilih tambahan saat pencoblosan. Sehingga, jumlah total kebutuhan, 6.180.129.
Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel, Laode Arumahi, mengatakan, dalam mengawal kegiatan-kegiatan jelang pencoblosan, pihaknya terus melakukan monitoring dan pengawasan. Masyarakat juga turut berperan aktif dalam melakukan pengawasan.
“Bawaslu juga melakukan patroli pengawasan. Kami melibatkan jajaran Panwas dan masyarakat. Kami juga libatkan tim paslon. Selain itu, mobile ada yang terbuka dan tertutup,” papar Arumahi.
Juru Bicara Ichsan Yasin Limpo – Andi Mudzakkar (IYL-Cakka), Henny Handayani, mengatakan, turut berperan dalam melakukan pengawasan terhadap tindakan-tindakan yang menciderai sistem demokrasi.
“Kami imbau seluruh relawan aktif melakukan pengawasan hingga hari pencoblosan. Jika menemukan upaya kecurangan, segera didokumentasikan dan dilaporkan ke panwas,” tegas Henny.
Hal senda dikatakan Juru Bicara NA – ASS, Haeruddin Nurman. “Kami menginginkan partisipasi pemilih itu tinggi. Jangan sampai, ada yang melakukan itu (pembelian C6),” kata Elu, sapaannya.
Penulis : Asril





