INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Kembali, Lembaga Kemahasiswaan (LK) se-Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan aksi demonstrasi, Senin (23/7/2018). Kali ini LK UNM berkonvoi menggunakan motor berkeliling Makassar yang berakhir di depan Menara Phinisi UNM.
Dengan membawa poster besar bergambar Rektor UNM, Prof. Dr. Husain Syam, M.Tp, mereka menolak UNM yang ingin mengubah statusnya dari Satuan Kerja (Satker) menjadi Badan Layanan Umun (BLU).

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNM, Ari Tolstoy menilai UNM belum siap menyandang status BLU karena pimpinan terlihat menghalalkan segala cara demi memenuhi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang menjadi salah satu syarat sebuah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menjadi BLU.
“Satu-satunya sumber pendapatan UNM yang paling tinggi berasal dari mahasiswa. Maka dari itu dampak negatifnya Uang Kuliah Tunggal (UKT) semakin mahal setiap tahunnya,” ujarnya saat orasi.
Selain itu, laporan keuangan UNM sampai saat ini tidak transparan. Padahal statusnya masih Satker di mana masih ada campur tangan Pemerintah.
“Bagaimana kalau sudah BLU ? yang notabenenya campur tangan pemerintah sudah tidak full lagi. Belum lagi berbicara soal 12 kasus korupsi di UNM yang sampai saat ini belum juga terselesaikan,” jelasnya.
“Kalau BLU dipaksakan akan ada koruptor-koruptor baru yang lahir nantinya karena pengawasannya sudah kurang,” tambah Ari sapaan akrabnya.
Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) ini juga menambahkan, sampai detik ini ada sekitar 12 kasus korupsi di UNM belum juga diselesaikan. Ia berharap Kejaksaan Tinggi Negeri (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel) serius menangani kasus ini.
“Tadi juga kami sempat ke Kejati untuk menyuarakan aspirasi terkait adanya 12 kasus korupsi di UNM yang belum diusut. Takutnya ada transaksi di bawah meja yang membuat proses hukumnya mandek,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Media dan Propaganda (Mendipro) BEM UNM, Taufiq mengatakan jika BLU ini diterapkan di UNM, wajah demokrasi kampus tidak akan terlihat lagi.
“BLU membuat kampus semakin otonom. Masih Satker saja sudah ada mahasiswa yang diskorsing hanya karena bertanya soal anggaran yang tidak terealisasi. Bagaimana kalau BLU ?,” ujar Mahasiswa Fakultas Ekonomi UNM ini.
“Padahal kampus adalah tempat yang harusnya bisa menampung ribuan pertanyaan karena kampus adalah wadah ilmiah,” tambahnya.
Editor: Adriyan.





