Geliat Pembangunan Stadion Barombong Terus Berlanjut

Kadispora Sulsel Sri Endang Sukarsih didampingi Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Sulsel, DR H. Muhlis Mallajareng MM saat memberikan keterangan kepada wartawan, Rabu (18/8/2018).(FOTO: SRI SYAHRIL)

INFOSULSEL.COM,MAKASSAR – Geliat pembangunan Stadion Internasional Barombong yang dimulai sejak 2011, terus berlanjut. Hingga pertegahan Juli 2018, sudah masuk dalam tahap perampungan atap. Tahapan ini diharapkan selesai  akhir November 2018.

‘’Pemprov Sulsel melalui Dispora menjadikan pembangunan Stadion Barombong ini sebagai program prioritas /deruktif dan masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sulsel tahun 2013– 2018. Karena itu tidak akan mungkin dibiarkan terlantar ataumangkrak.”

Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Sulawesi Selatan, Sri Endang Sukarsih kepada sejumlah media  di Stadion Barombong, Rabu (18/7/2018) sore.

Bacaan Lainnya
Kerangka atap tengah dirangkai oleh tukang. Kerangka ini untuk proses pembangunan atap stadion yang direncanakan sudah terpasang akhir November 2018.(FOTO: SRI SYAHRIL)

Menurut Sri, tidak ada alasan untuk membiarkan proyek stadion ini terbengkalai. Apalagi sudah Rp 200 miliar lebih anggaran yang diserap.

‘’Tidak ada alasan untuk dihentikan. Apalagi anggarannya tersedia. Kalau dihentikan, malah kerugiannya  jauh lebih besar. Kami ingin Stadion Barombong ini jadi kebanggaan Indonesia Timur,” ujar Sri yang didampingi Kepala Bidang peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Sulsel, DR H. Muhlis Mallajareng MM.

Pembangunan Stadion Barombong dimulai pada 2011. Hingga 2018, stadion yang digagas oleh Syahrul Yasin Limpo saat menjabat Gubernur Sulsel ini telah menelan anggaran Rp 200 miliar lebih. Anggaran itu bersumber  dari APBD Sulsel dan APBN melalu anggaran Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Sri merinci, bantuan awal pada 2011 dari Kemenpora sebesar Rp.14,5 miliar. Tahu  berikutnya digelontorkan lagi dana Rp  10,5 miliar.

“Stadion Barombong awalnya direncanakan hanya berupa lapangan sepak bola dan lintasan atletik. Karena kebutuhan mendesak masyarakat, khususnya pencinta sepak bola, dibutuhkan fasilitas stadion yang representatif dan bertaraf internasional. Karena itulah pembangunan stadion ini kemudian diubah menjadi internasional,” timpal Muhlis Mallajareng.

Pemprov Sulsel melalui Dispora Sulsel berinisiatif menjadikan pembangunan Stadion Barombong sebagai program prioritas /deruktif dan masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sulsel tahun 2013– 2018.

Guna mendukung pembangunan Stadion Barombong, tahun 2013 disusunlah Detail Engineering Design (DED). Hasilnya dibutuhkan dana penyelesaian fisik pembangunan sebesar Rp.330.291.790.000.

Penyerapan anggaran sesuai DED tahun 2013 sampai 2018 mencapai Rp.266.854.576.000,- (80,79%). Anggarannya bersumber dari APBD, Rp.224, 5 miliar dan APBN pada tahun anggaran 2014 sebesar Rp.17.3 iliar lebih.

Pada 2017 Pemprov Sulsel melakukan revisi DED. Alasannya,  karena perubahan perkembangan lingkungan strategis di kawasan Stadion Barombong dan peningkatan fasilitas.

‘’Hasilnya mengalami perubahan dengan dirancangnya stadion bertaraf internasional. Anggaran yang dibutuhkan Rp.565.721.148.000. karena itu untuk proses penyelesaian stadion ini masih dibutuhkan tambahan dana sebesar Rp.235.4 miliar lebih,” papar Sri.
Stadion Barombong sebelum pengerjaan perakitan kerangka atap yang diabadikan beberapa waktu lalu.(FOTO: SRI SYAHRIL)

Sri merinci, dana tersebut untuk pembangunan finishing yang dimulai pada 2019 dan diharapkan selesai pada 2020. Antara lain untuk pekerjaan plafon, lantai, sanitary, fitting dan fitment, serta pekerjaan luar meliputi jalan keliling stadion, tempat parkir, dan lainnya.

Ia berharap pembiayaan dan pendanaannya bersumber dari sharing budget APBD dan APBN TA 2019. Dengan rincian; APBD sebesar Rp.124.909.272.000,00 dan APBN sebesar Rp.110.521.066.000.

Progres pembangunan Stadion Barombong sampai dengan Juni 2018, adalah pembuatan rangka atap. Pekerjaan atap stadion ini, anggarannya bersumber dari APBD Pemprov Sulsel sebesar Rp.64.500miliar. Dijadwalkan pekerjaan tersebut dapat rampung akhir November 2018.

Terkait dengan anggaran 2018 sebesar Rp 9 miliar yang dijanjikan Kemenpora untuk merenovasi lapangan dan rumput Stadion Barombong, ditunda ke tahun 2019. Alasannya Kemenpora melakukan rasionalisasi anggaran untuk perhelatan Asian Games 2018.

“Berdasar progres realisasi yang telah dicapai dan proses yang sementara berlangsung, maka pembangunan Stadion Barombong akan tetap dilanjutkan sampai terbangunnya fasilitas sesuai yang diharapkan,” tegas Sri Endang Sukarsih.

Penulis : Asri Syahril

Pos terkait