INFOSULSEL.COM, MAKASSAR— Proyek Jalan lingkar Bypass Mamminasata yang menghubungkan Maros, Makassar, Gowa dan Takalar untuk tahap pertama, akan dibangun 13,75 km di daerah Maros.
Hanya saja progres pembangunan jalan Bypass Mamminasata yang
dikerjakan secara multiyears sejak tahun 2015 sampai 2018 ini masih tersendat lantaran terkendala masalah pembebasan lahan. Padahal tenggat waktu untuk menyelesaikan pekerjaan tersisa lima bulan lagi.
Kepala Bidang Pembangunan BBPJN XIII, Rahman Jamil mengatakan, saat ini pihaknya berada di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membicarakan persoalan tersebut.
“Saya sekarang (kemarin) ada di Kementerian PUPR. Sementara lagi minta untuk dilakukan perpanjangan ijin tahun jamaknya, ” ungkapnya, Rabu (25/7/2018).
Dijelaskan, untuk saat ini pekerjaan fisik masih pada tahap pertama dengan panjang jalan yang harus diselesaikan 13,75 km. Namun, progress pekerjaan masih berkisar 60 persen.
“Pekerjaan tidak menembus akses alias terpotong-potong karena persoalan pembebasan lahan. Lahan yang berhasil dibebaskan spot per spot alias sepotong-sepotong, ” ungkapnya.
Untuk merampungkan sisa pekerjaan sekitar 40 persen, dipastikan tak bisa terkejar. Apalagi posisi pembebasan lahan hingga saat ini masih bersoal.
“Masih ada sekitar 154 bidang lahan yang belum dibebaskan. Sangat tidak mungkin bisa rampung hingga batas waktu yang telah ditentukan, ” tambah Rahman.
Ditambahkan pula, jika pusat dalam hal ini Kementerian PUPR memberikan kebijakan, diperkirakan butuh enam bulan perpanjangan waktu untuk menyelesaikan proyek Bypass Mamminasata Tahap I tersebut. Tapi dengan asumsi, lahan untuk pengerjan jalan secara keseluruhan sudah harus bebas.
Secara keseluruhan, total panjang jalan yang akan dibangun pada proyek Bypass Mamminasata adalah 48,3 km.(*)
Penulis: Mirsan
Editor: Yudhi





