INFOSULSEL,COM, MAKASSAR – Enam orang dalam satu keluarga tewas terpanggang saat rumah yang mereka huni dilalap api di Jalan Tinumbu Lorong 166 B, Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) Senin (6/8/2018) sekitar pukul 04.00 WITA dini hari tadi.
Saat peristiwa naas terjadi warga di kawasan permukiman padat penduduk itu tengah tertidur lelap. Akibatnya banyak korban yang tidak dapat menyelamatkan harta bendanya. Termasuk enam orang satu keluarga ditemukan tewas terpanggang.
Keenam korban tersebut yakni pasangan suami istri, Sanusi (75) dan Bondeng (70) , seorang putrinya, Musdalifa (40), dan tiga cucunya Hijas (2), Namira Ramadhani (21), dan Fahri (24).
Ancu, salah satu saksi mata menjelaskan penyebab kebakaran itu diduga akibat arus pendek pada tiang listrik depan rumah korban. Kemudian kabel listrik yang terbakar menetes ke rumah korban.
Hal tersebut dibenarkan Kepala Polrestabes Makassar Kombes Pol Irwan Anwar. “Menurut saksi bernama Ancu, api berawal saat korsleting di tiang listrik depan rumah Sanusi. Kemudian kabel listrik yang terbakar menetes ke rumah korban,” jelas Irwan.
Sekitar 10 armada Dinas Damkar Kota Makassar dikerahkan. Api baru dapat dipadamkan sekitar pukul 05.30 WITA.
Salah satu korban dalam kebakaran yang menewaskan satu keluarga di Jalan Tinumbu, Kelurahan Pannampu mahasiswi semester akhir, Akademi Keperawatan Yapma, Namira Ramadina.
Suasana duka menyelimuti ruang jenazah RS Bhayangkara, saat jenazah korban kebakaran tiba sekira pukul 05.00 Wita. Puluhan sahabat Namira dan dosen Akbid Yapma mendatangi rumah sakit.
Menurut Staf Bagian Akademik Akbid Yapma, Amriani (40), Namira merupakan mahasiswi yang cerdas. Dalam waktu enam semester, mahasiswa angkatan 2015 itu sudah menyelesaikan semua syarat kelulusan.
“Namira seharusnya menjalani sidang yudisium di kampusnya, Jalan Maccini Raya, Senin hari ini,” katanya dengan mata sembab.
Rencananya Namira akan diwisuda bersama 75 mahasiswa lainnya 6 September mendatang. Di mata sahabat, Namira merupakan mahasiswi yang baik dan rajin mengerjakan tugas. Salah satu sahabatnya, Mawadda (20), mengenang sosok mahasiswa jurusan kebidanan itu dikenal penyabar.
“Orangnya baik, rajin dan penyabar,” tutur Mawadda, pelan.
Di Makassar, Namira tinggal bersama kakek dan neneknya yang ikut menjadi korban dalam peristiwa ini. Kedua orang tua merantau di Jaya Pura, Papua. Keduanya dikabarkan akan ke Makassar setelah mendengar kabar duka tersebut.
Penulis : Asri Syahril





