INFOSULSEL.COM, MAKASSAR-Mahasiswa Prodi Pendidikan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Makassar (UNM) Makassar melakukan pendalaman materi mata kuliah Sosiologi Politik dan Birokrasi dengan menemui ketua DPD PAN Makassar, Hamzah Hamid, di kantor DPD PAN Makassar, di Jl. Toddopuli Raya Timur, pada Senin (15/10/2018).
Penanggung jawab mata kuliah, M.Ridwan SH, S.Sos, M.Si yang didampingi Rahma Amin,S.Sos,M.Si selaku asisten mengungkapkan, kunjungan mahasiswa ini merupakan pengembangan teori yang mahasiswa dapatkan di ruang kelas untuk bertemu dan belajar langsung dari elite atau tokoh parpol tentang bagaimana perjalanan poltik Indonesia. Juga bagaimana mekanisme rekrutmen politik yang dijalankan oleh masing-maising partai.
“Jadi dimata kuliah ini ada materi pokok yang membahas soal partai politik, budaya politik, rekrutmen dan partisipasi politik. Nah kami ingin turun langsung bertemu dengan aktor-aktornya untuk mahasiswa mendegar langsung bagaimana menganalisa teori dengan praktek yang mereka dapatkan,”kata Ridwan.
Ditambahkan Ridwan, menurutnya kajian mengenai sosiologi politik dan birokrasi tidak cukup hanya diajarkan di ruang kelas, tetapi perlu menyingkronkannya dengan realita saat ini. Misalnya, munculnya parta-partai baru yang mengusung kaum milenial yang sebelumnya belum pernah ada di panggung politik Indonesia.
“Sosiolog harus masuk ke ranah itu untuk menjawab perubahan-perubahan yang terjadi, sehingga melakukan audiens bersama elite parpol kata dia juga untuk memperkaya informasi mahasiswa mengenai mata kuliah yang dibawakannya,” jelasnya.
Ketua DPD PAN Kota Makassar, Hamzah Hamid saat menerima 67 mahasiswa angkatan 2016 itu mengungkapkan kalau selama ini mahasiswa masih banyak yang menilai kalau politik itu kotor. Sehingga kaum muda terkesan menghindari apapun yang berbau politik.
Padahal kata dia, mahasiwa perlu tahu, tidak hanya sekedar mengusai teori namun juga keseluruhan realita politik yang terjadi di tanah air, untuk menambah khazanah keilmuannya di bangku kuliah, agar kajian tentang ilmu politik dan birokrasi bisa makin dikembangkan.
“Mahasiswa sebagai kaum muda sdah saatnya melek politik, dan tidak alergi terhadapnya,” tandasnya.(*)
Editor: admin





