INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Melalui program Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang dinaungi langsung oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), tiga dosen Universitas Negeri Makassar (UNM) memberi pelatihan pengolahan ikan mas di Kabupaten Maros.
Ketiga dosen tersebut adalah Nur Eni P, SE., M.Sa., Ak., CA selaku ketua PKM, serta dua anggotanya Hajrah Hamzah, SE., M.Si., Ak dan Dr. Sitti Fauziah, S.Si., M.Si.
Kegiatan PKM yang dimulai sejak Maret hingga November 2018 tersebut ditujukan kepada Kelompok Tani Mawar dan Kelompok Tani Mekar yang berada di Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros.
“Kami melihat potensi perikanan air tawar di Maros sangat besar. Hanya saja kedua kelompok tani yang kami sasar ini hanya tau mengolah ikan air tawar dengan cara digoreng dan dibakar,” ungkap Nur Eni selaku ketua tim saat ditemui di UNM, Jum’at (5/10/2018).
“Kami berharap, dengan program PKM ini masyarakat di Kecamatan Bantimurung mampu mengolah ikan air tawar khusunya ikan mas dengan cara dipindang (perebusan dan penggaraman), bercita rasa manis, dan berduri lunak,” sambungnya.

Selain diberi pemahaman mengelola ikan mas dengan cara dipindang, kedua kelompok tani tersebut juga diberi pelatihan pemasaran produk dan proses pengemasan sehingga menghasilkan produk yang bermutu dan mampu bersaing.
“Kami telah melakukan empat kali pelatihan pada 1 Mei, 2 Juni, 1 Juli, dan 4 Agustus lalu. Kini kami memasuki tahap pengawasan pada implementasi setelah pelatihan tersebut sembari melakukan evaluasi apabila terjadi kesalahan,” papar dosen program studi akuntansi di UNM ini.
Sementara itu, Hajrah Hamzah yang juga merupakan dosen di program studi akuntansi UNM mengaku, program PKM ini tidak hanya memberi pengetahuan dan keterampilan kepada kedua kelompok tani tersebut.
“Ikan air tawar, terkhususnya lagi ikan mas mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Sehingga meningkatkan pendapatan rumah tangga sekaligus membuka lapangan kerja terutama bagi mereka yang putus sekolah,” ungkapnya. (**)
Editor: Adriyan.





