INFOSULSEL.COM, MAKASSAR— Bukan menjadi rahasia lagi bahwa untuk menjadi anggota DPRD setiap calon legislatif (Caleg) membutuhkan cost politik yang sangat tinggi.
Pasalnya, para caleg tidak hanya bertarung dengan caleg dari lain partai, tetapi juga bertarung dengan caleg separtai. Ini yang membuat para caleg pun akhirnya jorjoran mengeluarkan biaya politik untuk meraih kemenangan.
Incumbent anggota DPRD Makassar Muh Yunus tak menampik hal tersebut. Menurutnya, tingginya cost politik ini lantaran masyarakat pada umumnya menilai seakan akan semua orang yang menjadi Caleg memiliki dukungan finansial yang cukup.
“Buktinya ada beberapa Caleg yang maju di Pileg 2014 terpilih menjadi anggota DPRD Makassar bukan karena mengeluarkan biaya politik yang banyak tetapi terpilih karena ketokohannya,” kata Yunus, di temui di Gedung DPRD Kota Makassar, Kamis (29/11/2018).
Kendati demikian, Yunus juga tak memungkiri jika Caleg harus memiliki modal finansial.
“Ya, harus ada modal karena kita sosialisasi saja ke masyarakat pasti mengeluarkan biaya, kita siapkan kursinya, tendanya dan lain lainnya. Bagi bagi kartu nama saja mereka biasanya meminta pembeli rokok, apalagi kalau kita sosialisasi langsung,” terang Ketua Hanura Makassar ini.
Ditanya, strategi untuk mengurangi cost politik caleg partai Hanura. Legislator DPRD Makassar dua priode ini mengaku, pihaknya lebih banyak menyarankan agar caleg Hanura fokus door to door dengan mendatangi tokoh – tokoh masyarakat.
“Kalau ini dilakukan saya kira cost politiknya tidak terlalu tinggi. Satu tokoh masyarakat biasanya bisa menggerakkan 20 orang, di kali puluhan TPS suara bisa mencapai ribuan,” tandasnya.(*)
Editor: Yudhi





