InfoSulsel.com, Makassar – Pelatih PSM Makassar, Robert Alberts, belum melupakan tragedi musim lalu saat mimpi juara yang sudah di depan mata pupus di tangan Bali United di pekan ke-33.
Kala itu, Juku Eja yang membutuhkan kemenangan untuk mengunci gelar juara justru takluk 0-1 di Stadion Mattoanging, Makassar.
Namun, bukan kekalahan dan buyarnya mimpi juara yang disoroti pelatih berusia 64 tahun ini. Ia lebih menyoroti dan geram karena adanya faktor nonteknis pada pertandingan tersebut.
“Musim lalu ketika melawan Bali, wasit diganti di hari pertandingan tanpa sepengetahuan kami. Wasit yang memimpin kala itu bukan wasit yang hadir di general meeting,” ungkap Robert, Rabu (21/11/2018).
Robert juga menyoroti kinerja Eldos Murzabekov. Menurutnya wasit asing tersebut tidak menjalankan tugasnya dengan baik dengan tidak memberi kartu merah kepada Sylvano Comvalius dan Stefano Lilipaly yang berkelahi kala itu.
“Sesuai law of the game FIFA, keduanya harus diganjar kartu merah,” tuturnya.
Pelatih asal Belanda ini semakin geram karena setelah pertandingan tersebut, PSM Makassar melayangkan surat ke PSSI perihal kejadian tersebut namun belum mendapat jawaban hingga sekarang.
“Saya tidak akan pernah melupakan kejadian musim lalu. Karena pertandingan tersebut harganya adalah gelar juara,” pungkasnya.(*)
Editor: Adriyan.





