Begini Strategi Danny Pomanto Hentikan Peredaran dan Penyalahgunaan Narkoba di Makassar

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Situasi Indonesia saat ini adalah darurat narkoba, pemerintah tidak henti-hentinya memberikan sosialisasi dan penyuluhan bahaya narkoba yang menyerang kaum muda.

Seperti yang dilakukan Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto yang menjadi narasumber dalam seminar Sosialisasi Mencegah Peredaran dan Penyalahgunaan Narkoba Bersama Komponen Bangsa yang digelar di Kodim 1408/DS, Kamis (31/1/2019).

Bacaan Lainnya

Menurut Danny, peredaran narkoba saat ini menyasar kepada para remaja yang cenderung bergaya hidup hedonis.

Selain itu, Ia menyebut narkoba menjangkiti remaja yang kurang mendapat perhatian dari kedua orang tuanya.

“Narkoba menjangkiti orang-orang yang berada dalam kehidupan hedonis dan kurang perhatian orang tua, oleh itu ini jadi perhatian kita bersama,” ujar Danny.

Lanjut Danny, pihaknya telah mencanangkan program “Jagai Anakta” yang berfokus mengedukasi orang tua agar lebih perhatian dan menerapkan upaya preventif mencegah anak anaknya ke dalam kehidupan bebas.

Pergaulan bebas yang cenderung mengakibatkan remaja melakukan perbuatan-perbuatan yang menjurus kenakalan remaja, salah satunya mengkonsumsi narkoba.

“Kalau seluruh keluarga membekali anaknya dengan pengetahuan agama, serta bahaya narkoba saya yakin penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja akan menurun,” tutur Danny.

Tak hanya dengan program “Jagai Anakta”, Danny mengakui saat ini dirinya sesegera mungkin mengeluarkan Surat Keputusan (SK) dan Memorandum of Understanding (MoU) kepada penasehat Wali Kota agar bergerak menjadi sensor sosial di tengah-tengah masyarakat terutama masalah pencegahan narkoba.

“Kita punya struktur di bawah yang namanya LPM dan penasehat Wali Kota yang menjadi sensor sosial terkait masalah narkoba, saya minta semuanya bersinergi bekerja sama,” imbuh Danny.

Di akhir pemaparannya, Danny juga menyoroti tentang peranan pemanfaatan teknologi untuk mencegah peredaran narkoba di Makassar.

Danny mengatakan, Makassar sebagai kota metropolitan yang di dalamnya terdapat segala macam kejahatan, perlu adanya pemantauan secara intensif dengan menggunakan teknologi seperti pemasangan CCTV di sudut-sudut kota.

“Narkoba ini by design, jangan dipikir dadakan. Narkoba ini sekarang bisa dipesan lewat online juga, makajya pemanfaatan teknologi harus kita maksimalkan,” kunci Danny.

Turut hadir dalam seminar ini, perwakilan Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), perwakilan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulsel, dan siswa SMA se-Kota Makassar.(*/RP/16)

Pos terkait