INFOSULSEL.COM, MAKASAR — Perebutan kursi legislatif DPRRI di Sulsel 1 sangat ketat. Persaingan bukan hanya antar partai politik, tapi juga sesama caleg dalam satu partai politik.
Di Dapil Sulsel 1 meliputi kota Makassar, Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng dan Kepulauan Selayar, Diza Ali bersaing ketat dengan sang petahana Hamka B Kady.
Begitu ketatnya persaingan merebut suara demi meraih ambisi ke Senayan berhembus kabar tak sedap. Reza menyebut ada oknum yang berusaha menghalalkan segala cara. Permainan yang melibatkan penyelenggara pemilu pada tingkat Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan saat proses perhitungan suara yang kini berada di tingkat PPK (Panitia Pemilih Kecamatan), diduga tengah terjadi. Reza merujuk terjadinya PSU di sejumlah TPS di kabupaten/kota di Sulsel.
Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) St Diza Rasyid Ali mengingatkan penyelenggara Pemilu maupun sesama caleg untuk tidak menghalalkan segala cara.
‘’Saya sudah perintahkan seluruh kader PP untuk mengawal suara saya di seluruh tingkatan. Begitu juga dengan suara kader PP yang ikut Caleg, mulai dari TPS sampai ke KPU. Jika ada oknum yang melakukan cara-cara curang saya tidak segan-segan akan bertindak tegas. Siapapun orangnya,” tegas Diza Ali.
Tidak hanya Diza. Meski beda partai namun kakak kandungnya, Reza Ali juga menebar ancaman akan mempidanakan pelakunya.
Reza mengaku mencium aroma tidak sedap terkait adanya oknum yang berupaya menggerogoti suara adik kandungnya itu.
“Saya juga mencium aroma kurang sedap adanya oknum tertentu yang berusaha mengganggu perolehan suara adik saya. Oknum tersebut saat ini tengah bergerilya,’’ ujar mantan Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel ini, Sabtu (27/4/2019).
Meskipun isu tersebut sudah ia terima, namun dirinya tetap percaya kepada penyelenggara pemilu tidak akan berbuat curang. ‘’Apalagi negara kita negara hukum. Tentu mereka akan berhadapan pula dengan hukum,” imbuh Reza.
Menurutnya jika berbuat curang maka konsekuensi pidana akan menjerat penyelenggara yang curang. Termasuk oknum pengurus partai.
Reza yang juga mantan Ketua MPW Pemuda Pancasila Sulsel ini menegaskan meski percaya, tapi ia tetap mengingatkan kepada penyelenggara untuk tidak tergoda dengan uang besar yang dijanjikan oleh oknum tersebut.
“Penyelenggara pemilu jangan coba-coba merobah hasil C1. Sebab perbuatan tersebut jelas melawan hukum. Rekan-rekan caleg pun jangan coba-coba mempengaruhi penyelenggara untuk mencuri suara agar bisa meraih kursi dengan berbagai macam cara yang tidak halal,” tegas Reza.
Reza mengingatkan kepada siapapun yang melakukan hal itu, ia tak segan-segan bertindak. ‘’Apalagi kalau itu dilakukan pada adik kandung saya,” ujarnya.
Reza tak mau menyebut nama oknum pengurus parpol yang dimaksud. Ia hanya memberi sinyal oknum dimaksud memiliki pengalaman panjang mengatur suara di tabulasi.
‘’Saya tahu orangnya. Fakta-faktanya ada. Kerjanya memang dari dulu seperti itu. Sangat sistematis. Saya berharap dia tidak mengganggu orang-orang yang berada dalam lingkungan keluarga saya,” katanya.
Di mata Reza, Diza jauh lebih layak menjadi seorang legislator dibanding dirinya. Bahkan kehadiran Diza bisa lebih menguntungkan Sulsel.
‘’Saya kira kita jangan menutup mata dengan apa yang sudah dilakukan Diza selama ini. Sejak kecil dia pekerja keras dan mandiri. Dan selama ini Diza juga banyak bekerja untuk orang banyak. Orangnya tegas dan punya karakter,” ungkap Reza.
Reza mengisahkan pengalamannnya selama duduk sebagai legislator di Senayan. Selama itu pula ia banyak mengenal ratusan legislator dari seluruh Indonesia, baik laki-laki maupun legislator perempuan.
‘’Ternyata banyak tong yang tidak mengerti fungsinya sebagai wakil rakyat. Malah ada yang hanya datang duduk, dengar, diam, bahkan tidur lalu pulang. Tidak tahu apa dia bikin di sana. Mereka tidak mengerti apa tanggungjawabnya sebagai wakil rakyat,” ungkap Reza tertawa geli.
Malah, ungkap Reza lagi, legislator perempuan banyak yang datang hanya memamerkan perhisananya. Meski tidak semua namun ada sejumlah legislator perempuan yang hadir sekadar sebagai ‘gincu’.
‘’Gedung DPR hanya jadi tempat arisan, dan pamer berlian. Mereka jarang turun ke masyarakat. Nanti mau Pileg baru buru-buru turun ke masyarakat menebar janji. Hambur-hambur uang agar bisa dipilih lagi. Itu pun mereka datang ‘digendong’,’’ sindir Reza.
Ia berharap kepada masyarakat untuk mencari sosok legislator yang betul-betul mau bekerja untuk kemaslahatan orang banyak. ’Itu ada pada diri Diza. Dia punya kemampuan dan prestasi tidak hanya pada level nasional tapi juga internasional. Diza juga punya jaringan luas dalam dan luar negeri,” sebut Reza.
Berikut Caleg Golkar DPR RI Dapil Sulsel 1:
- Hamka B Kady
- Ernawati Tahang
- Hakim Kamaruddin
- Diza Rasyid
- Moestapa Maknum Radja
- Ulla Nuchrawaty
- Hoist Zulkarnain
- Risman Pasigai
Penulis : Asri Syahril





