INFOSULSEL.COM, MAROS – Pada Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota), Kepolisian Resor (Polres) Maros mengambil skenario demo anarkis yang terjadi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Maros, Sabtu (6/4/2019).
Pada awalnya terdapat massa yang berjumlah sekitar 300 orang yang bergerak dari arah selatan Kantor KPUD Maros untuk melakukan demonstrasi, massa membawa spanduk bertuliskan “Bakar KPU Maros, KPU Maros Curang”.
Tim Negosiator dari Kepolisian Wanita (Polwan) Polres Maros diturunkan untuk bernegosiasi dengan massa.
Massa tersebut dikawal Tim Pengendalian Massa (Dalmas) di bagian belakang yang memegang tali untuk menghalau massa yang akan mencoba masuk ke kantor KPUD Maros.
Massa yang semakin anarkis, membuat Tim Negosiator harus mundur dan digantikan dengan Tim Raimas yang dilengkapi senjata gas air mata, mencoba mengurai massa.
Namun massa semakin bertambah dari arah Pangkep, Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Gowa Kompol Muhammad Jufri langsung bertindak menutup perbatasan untuk menghalau tambahan massa dari daerah lain.
Massa yang bertindak semakin anarkis dan melawan petugas terpaksa membuat Kabag Ops Polres, mengambil tindakan pencegahan dengan menutup semua jalur akses.
Kompol Muhammad Jufri juga menurunkan Tim Raimas yang bersenjatakan gas air mata untuk mengurai massa yang melempari petugas dengan membabi buta dan berusaha merusak fasilitas umum.
Bahkan sempat melukai petugas KPUD Maros, Tim Raimas pun turun, dilengkapi dengan senjata api, petugas pun akhirnya melumpuhkan massa yang anarkis dan meredam kerusuhan.
Saat itu, Polres juga menurunkan mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros, sedangkan Reserse Mobile (Resmob) Polres Maros turun menangkap provokator massa dan digelandang ke Markas Polres (Mapolres) Maros.(*/RP)





