Ini Awal Penyebab Terjadinya Bentrok Antarwarga di Buton

Kapolda Sulawesi Tenggara Brigjen Pol Iriyanto.

INFOSULSEL.COM, BUTON – Bentrok antarwarga Desa Sampoabalo dengan Desa Gunung Jaya, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara mulai terjadi Rabu (5/6/2019).

Informasi yang dihimpun INFOSULSEL.COM, menyebutkan motif konflik yang mengakibatkan puluhan rumah dibakar, dua orang tewas dan sejumlah korban luka-luka itu berawal dari sekelompok pemuda Desa Sampuabalo menggelar konvoi kendaraan bermotor di malam takbiran Idul Fitri. Aksi ini  memancing ketersinggungan warga Desa Gunung Jaya.

Kesalahpahaman warga dua desa berlanjut keesokan harinya seusai salat Idulfitri. Tiba-tiba terjadi pembakaran rumah. Puluhan unit rumah warga hangus dan rata dengan tanah.

Kabid Humas Polda Sultra AKBP Herry Goldenhart di Kendari, Kamis malam, mengatakan personel kepolisian dari Polres Buton, Polres Kota Babau dan Kodim Buton sudah dikerahkan untuk meredam konflik antarwarga.

“Kami imbau warga yang bertikai untuk menahan diri. Kepolisian, TNI serta pemerintah daerah terus berupaya membangun rekonsiliasi demi kepentingan dan keselamatan warga,” katanya.

Kapolda Sulawesi Tenggara Brigjen Pol Iriyanto menegaskan akan menangkap pelaku pembakaran rumah warga dan menindak provokator terjadinya bentrok antara warga ini.

“Kita tenangkan dulu masyarakat. Setelahitu  polisi akan melakukan pencarian siapa pelaku yang melakukan pembakaran dan provokasi,” kata Iriyanto saat berkunjung ke lokasi dua desa yang terlibat bentrok, di Kabupaten Buton, Kamis.

Bentrok warga Desa Sampoabalo dan Desa Gunung Jaya itu, kata dia, mengakibatkan 87 unit rumah warga terbakar dan mengalami kerugian lainnya.

“Saya sudah koordinasi dengan gubernur. Gubernur akan memberikan kompensasi dan penggantian. Kerugian-kerugian silakan disampaikan kepada Pemda,” ujarnya.

Kapolda juga mengatakan, pihaknya bersama TNI akan bersama-sama membangun rumah-rumah korban kebakaran itu.

“Kami harapkan dan mohon dengan sangat kepada warga kedua pihak agar menahan diri. Ini adalah hari yang sangat kita tunggu-tunggu yaitu hari yang fitri,” ujarnya.

Menurut dia, Lebaran seharusnya menjadi momentum untuk memupuk tali silaturahmi dengan saling maaf memaafkan.

“Saya imbau masyarakat untuk tetap tenang. Provokator dan pelaku pembakaran rumah akan ditindak sesuai aturan perundang-undangan,” tegas Brigjen Iriyanto.

Kapolda yang didampingi Bupati Buton La Bakri dan rombongan usai meninjau Desa Gunung Jaya, langsung melanjutkan kunjungan ke Desa Sampoabalo Kecamatan Siotapina.

Penulis : Asril/dbs

Pos terkait