Ini Momen Terakhir Sebelum Ajal Menjemput Irfan Putra Ketua MA di Namibia

Almarhum Moh Irfan Ali bersama Rombongan Adventure Touring Nostalgia (ATN) dari Indonesia dipimpin Komjen Pol (P) Nanan Soekarna (mantan Wakapolri) saat melintas di salah satu kawasan. Mereka melakukan touring dengan moge ke Afrika sejak 11 Juni. Rencananya akan berakhir pada 29 Juni 2019 dengan rute Cape Town, Afrika Selatan - Namibia - Botswana - Zimbabwe - Zambia. Namun dalam perjalanan M Irfan li tewas dalam kecelakaan tunggal. Touriung ahirnya dihentikan setelah peristiwa kecelakaan itu pada Kamis (19/6/2019).(IG-da'bombixindoensia)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Duka mendalam dirasakan keluarga besar Moh Hatta Ali. Putra sulung Ketua Mahkamah (MA) Muh Irfan Ali  ini meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal saat touring motor gede bersama grup Da Bombix Indonesia di Namibia, Afrika.

Alm M Irfan Ali sempat mengabadikan diri bersama rombongan Adventure Touring Nostalgia (ATN) berfoto di salah satu kawasan yang dilalui. Alm Muh Irfan (baju kuning) (IG-da’bombixindonesia)

Almarhum Irfan Ali adalah sepulu Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, Adi Rasyid Ali, Ketua MPW Pemuda Pancasila (PP) Sulsel Diza Rasyid Ali dan mantan angota DPRRI periode 2009-2014 dari Fraksi Partai Demokrat A Reza Ali. Juga sepupu sekali dengan La Nyalla Matalitti, mantan Ketua PSSI.

Bacaan Lainnya

Rasyid Ali ayah  dari tiga bersaudara ARA, Diza dan Reza Ali,  bersaudara kandung. Juga dengan Matalitti, ayah La Nyalla. Akan halnya Andi Januar Jaury Dharwis adalah cucu dari Hatta Ali. Ibu kandung legislator DPRD Provinsi Sulsel dari Fraksi Partai Demokrat ini bersaudara dengan ARA, Diza, dan RezaAli.

Saat peristiwa naas itu terjadi alm Irfan menunggangi motor BMW 1200 GS warna hitam. Saat peristiwa naas itu terjadi ia bersama rombongan sudah memasuki hari keenam. Kejadianya  di daerah Naukluf National Park, 294 km dari Kota Windhoek, ibukota Namibia Rabu (19/6/2019) sekitar pukul 10.30 waktu setepat.

Almarhum Moh Irfan Ali bersama Rombongan Adventure Touring Nostalgia (ATN) dari Indonesia melintasi padang savana di salah satu kawasan. (.(IG-da’bombixindonesia)

Irfan mengalami patah leher. Sementara seorang lainnay Endyk Bagus Musdyantoko mengalami luka-luka pada kecelakaan itu. Touring di Afrika ini dijadwalkan mulai 11 Juni sampai 29 Juni 2019. Rutenya  Cape Town-Namibia-Botswana-Zimbabwe-Zambia.

Jenazah almarhum kelahiran 12 November 1978 itu telah dimakamkan di TPU Karet Bivak usal shalat Duhur, Sabtu (22/6/2019) usai shalat duhur.

Almarhum Moh Irfan Ali bersama Rombongan Adventure Touring Nostalgia (ATN) melintasi jalan yang membelah padang savana di Afrika. Ini merupakan hari ke-6 perjalanan mereka. (IG-da’bombixindonesia)

Rombongan/tim Adventure Touring Nostalgia (ATN) dari Indonesia berjumlah enam orang dipimpin Komjen Pol (P) Nanan Soekarna (mantan Wakapolri). Mereka  melakukan touring dengan motor besar ke Afrika dari tanggal 11 – 29 Juni 2019 dengan rute Cape Town, Afrika Selatan – Namibia – Botswana – Zimbabwe – Zambia.

Rombongan Adventure Touring Nostalgia (ATN) melintasi jalan beraspal yang sunyi di salah satu kawasan di Namibia, Afrika. (IG-da’bombixindonesia)

Sebelum peristiwa yang merenggut nyawa ayah tiga anak itu almarhum   sempat mengabadikan momen touring, mengelilingi destinasi wisata di Afrika.  Berikut beberapa foto yang rangkum INFOSULSEL  dari Instagram @dabombixindonesia sebagai berikut.

Alm M Irfan Ali (kanan belakang) bersama rombongan sempat mengabadikan diri di salah satu jalan
saat Adventure Touring Nostalgia (ATN) di salah satu kawasan yang dilalui.(IG-da’bombixindonesia)
Alm M Irfan Ali bersama rombongan mengabadikan diri di salah satu kawasan di antara gunung dan padang savana di Afrika .(IG-da’bombixindonesia)
Rombongan mampir sejenak sambil berpose ria di tengah padang savana yang tandus .(IG-da’bombixindonesia)

Rombongan Adventure Touring Nostalgia (ATN) melintasi di salah satu jalan di antara padang savana yang sunyi di salah satu kawasan di Namibia, Afrika. (IG-da’bombixindonesia)

Almarhum masih sepat memposting foto di IG bersama salah satu warga sebelaum melanjutkan perjalanan.(IF-dabombixindoensia)
M Irfan (paling kiri) bersama rombongan foto bersama dengan latar belakang gunung.(IG-dabombixindonesia)
M Irfan bersama rombongan menyepatkan diri berpose di depan papan perbatasan saat memasuki Namibia.(IG-dabombixindonesia).
M Irfan dkk bersama salah satu amnggota komunitas harley davidson berpose di bawah papan komunitas harley davidson cape town Afrika Selatan.(IG-dabombixindoensia)

Almarhum Moh Irfan Ali bersama Rombongan Adventure Touring Nostalgia (ATN) dari Indonesia dipimpin Komjen Pol (P) Nanan Soekarna (mantan Wakapolri) saat melintas di salah satu jalan yang membelah kawasan gunung dan padang savana di Afrika. Rombongan melakukan touring dengan moge ke Afrika sejak 11 Juni. Rencananya akan berakhir pada 29 Juni 2019 dengan rute Cape Town, Afrika Selatan – Namibia – Botswana – Zimbabwe – Zambia. Namun dalam perjalanan M Irfan li tewas dalam kecelakaan tunggal. Touriung ahirnya dihentikan setelah peristiwa kecelakaan itu pada Kamis (19/6/2019).(IG-da’bombixindoensia)

Almarhum Moh Irfan Ali (tiga dari kiri) dan rombongan ATN Indonesia menikmati indahnya kota Table Montain, Afrika Selatan salah satu destinasi wisata terkenal di negara ini juga dikenal sebagai negeri di atas. awan. Ini merupakan hari ketiga atau 14 Juni 2019 pada misi touring rombongan da Bombix Indoensia.ke Afrika sejak 11 Jun 2019i. Rencananya akan berakhir pada 29 Juni 2019 dengan rute Cape Town, Afrika Selatan – Namibia – Botswana – Zimbabwe – Zambia. Namun dalam perjalanan M Irfan li tewas dalam kecelakaan tunggal. Touriung ahirnya dihentikan setelah peristiwa kecelakaan itu pada Kamis (19/6/2019).(IG-da’bombixindoensia)

Alm M Irfan (kiri) bersama dua kawannya berpose di papan perbatasan di Johannesburg. Ini kota terpadat di Afrika Selatan, dengan jumlah penduduk mendekati 1 juta jiwa. Kota ini juga adalah objek wisata terkenal dan dikunjungi oleh jutaan orang dari seluruh dunia.(IG-dabombixindoensia)

(Asri Syahril) 

 

 

Pos terkait