INFOSULSEL.COM, JAKARTA — Suasana duka meyelimuti keluarga Ketua Mahkamah Agung (MA) Prof Hatta Ali. Sejak kabar duka atas meninggalnya Muh Irfan Ali, rumah duka di Jalan Widya Chandra 3 Nomor 5, Jakarta, dipenuhi para pelayat sejak Rabu (19/6/2019) hingga Kamis (20/6/2019). Tamu silih berganti datang memberi ucapan berbelasungkawa. Di depan kediaman almarhum juga berjejer ratusan karangan bunga ucapan belasungkawa.
Di antara tamu yang datang, terlihat Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Susi Pujiastuti. Juga keluarga dekat almarhum dari Makassar dan seluruh Indonesia. Di antaranya mantan Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat A Reza Ali, Ketua MPW Pemuda Pancasila Sulsel Diza Rasyid Ali dan La Nyalla Mattalitti.
“Saya merasakan apa yang Ibu rasakan. Yang sabar ya Bu, ini adalah takdir,” ucap Ibu Susi sambil memeluk erat Ibu Hatta Ali yang tidak berhenti meneteskan air mata.
Susi Pujiastuti juga telah kehilangan putranya pada tahun 2016 lalu. “Saya bisa merasakan kesedihan Ibu,” kata ibu Susi sambil mengusap air mata Ibu Hatta.
Muhammad Irfan Ali adalah putra pertama Prof. Hatta Ali. Irfan lahir di Jakarta 11 November 1978. Saat ini Irfan masih menjabat sebagai salah satu komisaris di PT. Telkomsel. Irfan meninggalkan seorang istri dan 3 orang anak.
Almarhum Irfan mengalami kecelakaan saat mengikuti tim Adventure Touring Nostalgia (ATN) dari Indonesia yang dipimpin Komjen Polisi Nanan Soekarna (mantan Wakapolri) yang melakukan kegiatan touring dengan motor besar ke Afrika dari 11-29 Juni 2019. Rutenya yakni rute Cape Town/Afsel- Namibia-Botswana-Zimbabwe-Zambia.
Pada Rabu (19/6/2019) sekitar pulul 10.30 waktu Namibia, terjadi kecelakaan tunggal. Irfan terjatuh dari motor BMW GS yang ditungganginya bersama dua orang anggota tim di daerah Naukluf National Park (294 km) dari kota Windhoek. Korban kecelakaan lainnya bernama Endyk Bagus Musdyantoko (Endyk) mengalami luka-luka. Sementara Irfan Ali yang luka dan patah leher meninggal dunia sebelaum mendapat perawatan medis.
Almarhum Mohamad Irfan diangkat sebagai Komisaris Telkomsel sejak Juli 2018. Dikenal sebagai eksekutif yang telah belasan tahun pengalaman dalam profit-driven marketing serta pengalaman sales dalam berbagai sektor termasuk telekomunikasi. Juga berpengalaman dalam analisis strategi dan pengembangan sales dan laba.
Saat ini almarhum Irfan masih menjabat sebagai Komisaris di Mandala Putera Prima, PT Nurbaitullah Tour & Travel, PT Mirga Metracon dan PT Faidhi Systema Solusindo (Fasyndo), di mana almarhum juga turut serta secara aktif dalam penciptaan, pengembangan dan penetrasi segmen pasar baru, termasuk memenangkan tender besar.
Almarhum juga pernah berkarir di PT Indonesia Comnets Plus (ICON+) sebagai komisaris, PT Mediavision Innovative Technology sebagai Sales Director dan di PT Philips Indonesia sebagai Key Account Manager – Government Segment, Project Coordinator – Government Segment untuk Jawa Timur, Bali, NTB & NTT.
Sebelumnya, Irfan juga menjabat sebagai Business Development Officer di PT Phoenix International Indonesia.
Almarhum lulus dari Universitas Hasanuddin, Makassar pada tahun 2001 jurusan Manajemen Pemasaran. Ia meraih gelar Magister Manajemen dari Universitas Indonesia pada tahun 2004, juga dengan jurusan Manajemen Pemasaran.
Jenazah almarhum dijadwalkan tiba di tanah air Kamis atau Jumat pagi. (Asriel)





