Jenazah Putra Ketua MA Diperkirakan Tiba di Jakarta Jumat Sore 

Alm Muh Irfan Ali (paling kiri) bersama ketiga anak dan istrinya beserta sang ibu. Foto kenangan saat hari Raya Idul Fitri 1440 H 5 Juni 2019.

INFOSULSEL.COM,MAKASSAR – Jenazah almarhum Muh Irfan Ali, putra sulung Ketua Mahkamah Agung (MA) M. Hatta Ali, yang meningal karena kewcelakaan di Namibia, Afrika Selatan hingga Jumat siang (21/6/2019) belum tiba di Jakarta. Ini membuat jadwal pemakaman yang direncanakan usai shalat Jumat, berubah. 

‘’Pemakaman direncanakan usai shalat Jumat. Tapi sampai siang ini jenazahnya juga belum tiba di Jakarta,” kata Evy,  istri mantan anggota DPRRI dari Fraksi Demokrat A. Reza Ali, keponakan Hatta Ali saat dihubungi INFOSULSEL.COM melalui telepon selulernya, Jumat siang.
Almarhum Muhammad Irfan Hatta Ali berpose di tengah padang pasir di Afrika Selatan sebelum ajal menjemputnya.(DOK KOMUNITAS BMW GS)

Sesuai rencana jenazah almarhun Irfan tiba di Jakarta Jumat pagi menggunakan pesawat jet yang dicarter oleh keluarga Hatta Ali. Namun penerbangan dari Namibia molor lantaran pihak rumah sakit setempat menghendaki dilakukan otopsi. Namun Hatta Ali menolak.

Bacaan Lainnya

“Ini membuat jadwal penerbangan molor karena menunggu keputusan dari rumah sakit setempat. Padahal Bapak (Hatta Ali) sudah menyewa pesawat jet untuk menerbangkan jenazah almarhum ke Jakarta agar proses pemakaman tidak molor,” jelas ibu dua anak ini.

Jenazah almarhum Mohammad Irfan diberangkatkan dari Windhoek ke Jonburg pada Kamis atau tengah malam waktu Jakarta. Diperkirakan, jenazah Irfan akan tiva di Bandara Soekarno Hatta menjelang magrib.

Sesuai perkiraan di bandara Jonburg sekitar 1 Jam karena harus pindah pesawat. Kemudian berangkat kembali dari Bandara Jomburg ke Jakarta pada Jumat pagi tadi sekitar pukul 02.00 WIB .

Perkiraan dari Jonburg ke Jakarta 12 Jam ditambah 3 Jam untuk transit bahan bakar. Jadi total waktu tempuh Jonburg-Jakarta sekitar 15 jam perjalanan.

‘’Sesuai jadwal setelah jenazah tiba di rumah duka, rencana disalatkan di Masjid LIPI untuk selanjutnya dimakamkan di TPU Karet Bivak,” tabah Evy.

Mohamad Irfan adalah putra sulung Moh Hatta Ali. Ia meninggal dunia saat melakukan touring di Namibia, Afrika Selatan menjelajahi gurun dan padang savana bersama rombongan. Salah satunya mantan Wakapolri Komjen (purn) Nanan Soekarna.

Almarhum Irfan saat itu menunggangi motor BMW GS warna hitam. Saat peristiwa naas itu terjadi ia bersama rombongan sudah memasuki hari keenam. Touring di Afrika ini dijadwalkan mulai 11 Juni sampai 29 Juni 2019. Rutenya  Cape Town-Namibia-Botswana-Zimbabwe-Zambia.

Rombongan masuk ke wilayah Namibia pada 16 Juni dan melakukan jelajah gurun dan padang di beberapa kota Tanggal 19 Juni, sekitar pukul 11.47 WIB, Nanan memberi tahu pihak KBRI Windhoek bahwa dua anggota timnya mengalami kecelakaan di daerah Naukluf National Park, 294 km dari Kota Windhoek.

Mobil Polantas dan ambulans kemudian merapat ke lokasi membawa kedua korban menuju rumah sakit terdekat, Maltahohe Hospital, lalu dibawa ke Mariental Hospital. Saat itu Irfan sudah meninggal dunia.  Jenazahnya kemudian dibawa ke Mortuary Windhoek Central Hospital untuk kemudian dipulangkan ke Tanah Air.

Sejak kabar meninggalnya Muh Irfan Ali, Kamis malam kemarin rumah Hatta Ali di Jalan Widya Chandra 3 Nomor 5, Jakarta dipenuhi sanak keluarga dari penjuru tanah air. Sejumlah tokoh dan pejabat silih berganti datang menyampaikan ucapan belasungkawa. Kamis malam tadi Wakil Presiden RI Jusuf Kalla juga hadir bersama rombongan.(Asriel)

 

Pos terkait