INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Awan hitam menyelimuti dunia perwasitan sepak bola Indonesia. Salah satu wasit terbaik asal kota Makassar, Sulawesi Selatan Muslimin Daeng Eppe meninggal dunia saat baru saja memasuki usia 42 tahun pada 13 Juli lalu. Ia tutup usia pada pukul 03.30 WITA Kamis (18/7/2019) dinihari.
Jenazah almarhum saat ini disemayamkan di rumah duka di
Perumahan Graha Gosyen Indah No 18, Jl. Borong Indah, kota Makassar.
Sebelum wafat almarhum sempat di rawat di Rumah Sakit (RS) akibat kanker prostat yang dideritanya. Penyakit tersebut dideritanya sejak setahun terakhir ini.
Wasit yang juga berprofesi sebagai anggota Polri yang bertugas di Satuan Narkotika dan Obat Berbahaya (Satnarkoba) Polrestabes Makassar ini meninggalkan seorang istri Yeni Rosdiana dan 3 orang Putri.
Selama kariernya sebagai pengadil lapangan, wasit kelahiran Takalar
13 Juli 1977 salah satu wasit yang cukup disegani. Ia kerap pemimpin partai keras.
Di Piala Presiden 2017 almarhum masuk dalam daftar wasit pilihan. Almarhum juga merupakan satu-satunya wasit asal Sulsel yang menjadi pengadil lapangan di pentas sepakbola tertinggi di Indonesia di era Indonesia Super League (ISL).
Pada musim 2014, ia masuk dalam nominasi wasit terbaik di ISL bersama Hamsir, Handri Kristanto, Oki Dwi Putra Sanjaya, Maulana Nguraha dan Thoriq Alkatiri.
Pada pemilihan wasit terbaik ia berada di posisi kedua di bawah Maulana Nguraha yang merupakan wasit asal Semarang.
Data Diri
Nama : Muslimin. SH (Daeng Ngeppe),
TTL : Takalar 13 juli 1977
Pendidikan S1 Hukum
Pekerjaan : Anggota Polri Polrestabes Makassar
Istri : Yeni Rosdiana, Anak 3 orang Putri.
Alamat: Perum Garaha Gosyen Indah / 18 Makasar.
Karir wasit
1999 (Amatir).
2011 (Divisi Utama)
2012 s/d sekarang.(Asriel)





