INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Penantian panjang selama 19 tahun yang ditunggu pencinta PSM Makassar akhirnya terwujud. Gelar itu diraih setelah Pasukan Ramang menjinakkan Persija Jakarta 2-0 di leg kedua partai final Piala Indonesia 2018, di Stadion Mattoanging, Selasa (6/8/2019) petang.
Dua gol PSM masing-masing dicetak Aaron Evans di menit ke-3 disusul Zulham Zamrun di menit 50. Dua gol tersebut membalik agregat dari ketinggalan 0-1 menjadi kemenangan 2-1.
Terakhir PSM meraih juara pada 23 Juli 2000 setelah mengalahkan PKT Bontang di Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta. Sebelum itu anak-anak Makassar menjadi jawara Liga Indonesia di era perserikatan pada 27 Pebruari 1992.

Di laga penentu ini Darije Kalezic menurunkan skuad terbaiknya. Di depan duet Guy Junior dan Ferdinand Sinaga menjadi ujung tombak. Di sisi sayap kanan Zulham Zamrun hadir menggantikan Guy Junior yang ditarik keluar setelah mengalami cidera. Ia bahkan sempat dilarikan ke rumah sakit.
Di sisi kiri ada M Rahmat yang pada partai puncak ini bermain cukup cemerlang. Di tengah Darije menurunkan duet kombinasi pemain senior dan junior, Rizky Pellu dan Muhammad Arfan. Keduanya didukung sang gelandang serang asal Belanda, Willem Jan Pluim.

Sementara itu, Persija juga menurunkan pemain kuncinya. Novri Setiawan, Riko Simanjuntak, dan Marko Simic mengisi lini serang. Sementara, Rohit Chand, Sandi Sute, dan Bruno Matos memberikan suplai dari lini vital.
Sejak pluit babak pertama berbunyi di depan belasan ribu pendukungnya anak-anak PSM langsung menekan lini pertahanan Macan Kemayoran. Tiga kali tendangan sudut mereka dapat saat laga belum berjalan lima menit.

Dari situasi ini pula PSM mampu membuka keunggulan. Berawal dari sepak pojok yang dilepaskan Pluim. Evans yang naik membantu serangan membobol gawang Persija yang dikawal Andritany Ardhiyasa.
Skor 1-0 dan total agregat berubah menjadi 1-1. Peluang bagi PSM membalikkan keadaan terbuka lebar. Unggul 1-0 membuat anak-anak PSM makin agresif menekan pertahanan Persija. Pluim memberikan pengaruh besar dalam mengatur ritme permainan PSM. Ia mampu menjelajahi lini tengah dan menghidupkan aliran distribusi bola.
Persija tampak sulit mengembangkan permainan di awal babak pertama. Rico Simanjuntak yang selama ini mampu menari-nari di sisi sayap jadi tak berkutik.

Di menit 19, Darije memasukkan Zulham menggantikan Guy Junior yang cidera. Kehadiran pemain bernomor punggung 7 ini mengubah permainan PSM.
Di sisi lain Persija mencoba memanfaatkan perubahan pola permainan anak-anak Makassar yang mencoba mengatur ritme permainan.
Beberapa peluang didapat pemain Persija lewat sepakan Ismed maupun Matos. Namun, upaya yang dilakukan masih belum membuahkan hasil.
Di tengah upaya Persija mencoba lepas dari tekanan tuan rumah, salah satu pemainnya Sandi Sute diusir keluar pada menit 32 setelah menerima kartu kuning kedua usai melanggar Pluim.
Kartu kuning pertama ia terima saat melanggar Rahmat dengan keras dari belakang. Keluarnya Sandi membuat pelatih Persija Julio Banuelos memasukkan Maman Abdurrahman dan menarik keluar Matos.
Di babak kedua, PSM masih menjaga intensitas serangan. Hasilnya, pada menit ke-50, mereka berhasil mencetak gol kedua.
Gol itu bermula dari serangan dari sisi kanan pertahanan Persija. Evans mengirimkan umpan silang ke kotak penalti. Di sana Zulham sudah menunggu. Umpan silang tersebut disambut dengan sundulan kepala. Bola mengucur keras dan tak mampu digapai kiper Persija, Andritany Ardhiyasa. Agregat berubah menjadi 2-1 untuk keunggulan PSM.
Tertinggal dua angka, Persija melakukan perubahan. Menit ke-57, Ramdani masuk menggantikan Tony. Juga Bambang Pamungkas ikut mengisi kekosongan yang ditinggalkan Riko.
Namun sayang meski ada penambahan waktu 5 menit namun Persija tak mampu menjebol gawang PSM yang dijaga Rifky Mokodompit.
Sekor akhir 2-0 ini membawa PSM menjadi juara. Dahaga gelar selama 19 tahun pun diakhiri. Sejarah kembali diukir anak-anak PSM di stadion bersejarah, Stadion Mattoanging.
Inilah gelar pertama PSM Makassar sejak lahir tahun 1915 yang pernah diukir di depan publiknya sendiri.
(Asriel)





