INFOSULSEL.COM, TERNATE — Petinju pendatang baru asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Muhammad Rudal menghentakkan jagad tinju Indonesia. Hanya butuh 28 detik atlet yang tidak diperhitungkan ini mampu memukul roboh Alex Tatontos, petinju sarat pengalaman asal Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (22/9/2019) Kejurnas Pra PON XX Wilayah Tengah dan Timur 1, di Stadion Kie Raha, Kota Ternate, Maluku Utara (Malut).
Peraih medali emas SEA Games 2011 Palembang dan peraih dua medali emas di dua PON berbeda, PON XVIII 2012 Riau dan PON XIX 2016 Jawa Barat ini memang baru peratama kali bertemu Rudal di sebuah ajang resmi. Keduanya naik ring guna berebut tiket menuju babak selanjutnya di partai penyisihan kelas 81 Kilogram (Kg) Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) XX. Ajang ini berlangsung 20-26 September 2019.
Pada hari ketiga Alex dan Rudal bertemu di partai ke-93. Atau berada di partai ke-27 dari 34 partai di enam kelas yang dipertandingkan hari itu. Alex berada di sudut merah. Sementara Rudal di sudut biru.
Wasit yang memimpin pertandingan memanggil keduanya ke tengah ring. Pasukan berseragam hitam putih ini memberi arahan para petinju. Diingatkan kembali agar berlaga dengan sportif dan menjunjung tinggi fair play.
‘’Boks,’’ teriak wasit memulai pertandingan babak pertama di barengi bunyi lonceng dari sudut utara ring.
Alex langsung mengayunkan tangannya, kiri dan kanan. Melepaskan pukulan jab, straight, upper cut, hook dan upper cut ke wajah, kepala dan perut lawannya. Dua kali serangan Alex mendarat ke wajah Rudal. Namun ia masih bertahan.
Rudal mencoba bertahan dengan doble cover. Sesekali ia membalas. Melepaskan pukulan balasan sambil memutar ke arah barat ring. Memasuki detik ke 20 Alex, peraih medali emas Piala Wapres 2013 di Padang dan peraih medali emas di Avana, Kuba 2013 dan peraih medali perak di SEA Games 2013 Myanmar ini, mengejar. Ia kembali menyerang.
Merasa tersudut, Rudal melepaskan hook dengan tangan kanannya. Secara bersamaan Alex juga menyerang. Namun pukulannya tak mengenai sasaran. Rudal menghindar. Justru hook kanan Rudal, petinju bertubuh tinggi ini tepat mendarat di dagu Alex.
Plak….tepat di detik ke 28 Alex terjatuh di lantai ring. Wasit langsung menghitung. Sampai hitungan ke 10 ia tak bangun-bangun. Wasit lalu menghentikan pertandingan dan memanggil dokter naik ke atas ring. Diikuti Dufri Masihor dan Endi, pelatih tim Sulsel.
Beberapa detik pasca dipukul KO, Alex baru sempat ‘sadar’. Ia sempat menjawab pertanyaan dokter Wibisono, dokter Pengurus Pusat Pertina yang bertugas di ajang Pra PON XX Ternate. Namun beberapa saat kemudian sang petinju hilang ingatan. Itu terjadi beberapa saat sebelum di papah turun ring.
‘’Ini biasa terjadi petinju kehilangan kesadaran beberapa saat setelah kena pukulan telak,” jelas dr Wibisono di ruang UGD Rumah Sakit TNI Ternate, Senin (23/9/2019) dinihari.
“Betul-betul tidak terduga. Alex kecolongan saat asik menyerang dan terjatuh akibat kena hook lawan,” timpal Dufri Masihor di RS TNI Ternate.
Dari hasil pemeriksaan sementara Wibisono merekomendasikan Alex harus istrahat total selama satu bulan. Namun ia juga masih menunggu hasil pemeriksaan dokter saraf dari pihak RS TNI Ternate.
‘’Besok dilihat seperti apa hasil diagnosa dokter (saraf). Saya akan berkoordinasi dengan dokter di rumah sakit (RS TNI Ternate),” kata Wibisono.
Saat Infosulsel.com menemuinya di ruang UGD, Alex yang didampingi manajer tim Muhammad Tawing dan dua pelatinya, Dufri dan Endi sudah dalam kondisi membaik. Meski begitu ia mengaku masih butuh istrahat sesuai saran dokter.
Manajer kontingen tim Pra PON Sulsel, M Tawing menyebut kondisi Alex tidak terlalu parah.
“Tadi Alex sempat lupa ingatan setelah terkena pukula telak di atas ring. Makanya kita segera bawa ke rumah sakit. Sekarang keadaan sudah jauh lebih baik. Besok pagi kepalanya mau diperiksa. Mohon doanya semoga tidak terjadi hal-hal yang fatal,” kata Ketua Pertina Kota Makassar ini.
Di hari ketiga pelaksanaan Pra PON Cabor Tinju Wilayah Tengah dan Timur 1, empat petinju Sulsel bernasib apes dan gagal melaju ke babak selanjutnya. Selain Alex yang kalah KO di kelas 81 Kg, nasib serupa dialami Samsuddin. Ia kalah RSC di ronde kedua dari Jumardin, petinju NTB di kelas 46 kg putra.
Petinju Sulsel lainnya bernasib sama yakni Jhon Holyfield. Turun di kelas 49 Kg ia dikalahkan oleh Stewel Soekarno Hatta Baransano Papua Barat. Sedangkan Jafar yang turun di kelas 56 Kg kalah RSC di ronde ketiga dari petinju andalan Maluku, Julius Limoli.
- Laporan Asri Syahril
- Wartawan Infosulsel.com dari Ternate, Maluku Utara





