INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Hasil membanggakan diraih petinju Sulsel pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pra Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX seri 1 Wilayah Tengah dan Timur di Stadion Kie Raha, Kota Ternate, Maluku Utara, 20-26 September 2019.

Mendulang tiga emas dan dua perunggu, menempatkan Sulsel berada di urutan ketiga dari 22 provinsi dengan 240 petinju yang ikut serta pada Kejurnas tinju memperebutkan tiket menuju PON XX 2020 di Papua.
Nusa Tenggara Timur (NTT) keluar sebagai juara umum. Petinju dari daerah asal Ketua Umum Pertina Pusat, Joni Asadoma ini mendulang medali terbanyak dengan 6 emas, 1 perak dan 1 perunggu. Disusul DKI Jakarta 3 emas, 2 perak dan 1 perunggu.
Sulsel berada di urutan ketiga dengan 3 emas dan 2 perunggu. Sementara posisi keempat ditemapti Jawa Barat dengan 2 emas, 4 perak dan empat perunggu.
Kalimantan Selatan (Kalsel) di urutan kelima, 1 emas, 1 perak dan 2 perunggu. Sementara itu Papua Barat 1 emas dan 5 perunggu. Jawa Timur yang menurunkan belasan petinjunya hanya meraih 1 emas dan 1 perunggu..
Petinju Sulsel yang mampu berprestasi di Pra PON kali ini masing-masing diraih oleh lima petinju di lima kelas berbeda. Mereka adalah Yosua Masihor kelas 52 kg, Charles Katiandago, kelas 75 kg, dan Haris Mongga kelas 91 kg.
Untuk dua peraih medali perunggu adalah Daud Fairyo kelas 69 kg dan Indriawati Haer kelas 56 kg yang menjadi satu-satunya petinju putri Sulsel yang meraih medali.
Sukses tersebut semakin sempurna setelah petinju muda berbakat Sulsel, Yoshua Holy Masihor dipilih oleh mayoritas pelatih, Pengurus Pertina Pusat dan panitia pelaksana sebagai The Best Boxing (Petinju Terbaik) dari 240 petinju yang ikut serta dari 22 provinsi di Indonesia.
Manajer tim tinju Sulsel pada Pra PON XX tahun 2019, Muhammad Tawing yang juga Ketua Pertina Kota Makassar sangat bangga dengan prestasi yang diraih kelima petinjunya itu.
“Alhamdulillah perjuangan kami tidak sia-sia. Perolehan 3 emas dan 2 perunggu adalah rekor baru sejak Sulsel mengikuti Pra PON,” ungkap Tawing, Sabtu (29/9/2019) pada sesi jumpa media di Makassar.
Pada Pra PON XIX Maluku 2015 lalu, Sulsel hanya meraih 2 medali emas melalui Hilda dan Ratna Sari Devi. Juga 4 medali perunggu melalui Alex Tatontos, Rofiki, Busman Halim, dan M Sada.
Pujian juga datang dari Ketua Pertina Sulsel, Adi Rasyid Ali. Ia menyebut capaian tersebut sangat luar biasa. Sebab Pra PON kali ini diikuti 240 petinju dari 22 provinsi.
“Pra PON 2015 hanya diikuti 10 provinsi. Sedangkan kali ini ada 22 provinsi yang diikuti total 240 petinju. Ini tentu pencapaian yang luar biasa. Apalagi dengan terbatasnya dukungan dana dari Pemprov Sulsel,” ungkap ARA sapaan akrabnya, Sabtu (28/9/2019).
Kelima petinju Sulsel yang meraih medali dipastikan mendapatkan tiket mengikuti PON XX Papua tahun depan. Sulsel masih berambisi menambah kuota petinjunya mengikuti PON XX Papua melalui Pra PON . seri 2 di Bogor, Desember 2019.
‘’Kami masih akan mengirim lagi 12 petinju di Pra PON seri2 di Bogor Desember nanti. Ini kesempatan terakhir kita untuk menambah atlet ke PON di Papua,”jelas Wakil Ketua DPRD Kota Makassar ini.
(Andi/Riel)





