INFOSULSEL.COM, MAKASSAR –– Penikam Menkopolhukam Wiranto, Syahrial Alamsyah Alam alias Pal (51) pernah merantau ke Malaysia tahun 1999. Menurut Alex (39) teman dekat Alam bercerita, saat itu Alam baru frustasi karena berpisah dengan istri pertamanya, Kanti Neta.
“Tapi dia hanya sekitar lima bulan di Malaysia. Setelah kembali ke Indonesia sikap ya berubah,” ucap Alex.
Sepulang dari Malaysia, Alam bertemu Yuni, perempuan muda yang tinggal di Medan Timur pada awal 2000-an. “Karena keluarga si perempuan tidak setuju, mereka ‘nikah tembak’ di kawasan Hamparan Perak,” ungap Alex.
Untuk menghidupi keluarganya, Alam yang merupakan sarjana hukum itu membuka usaha air isi ulang. Dia juga membuka rental PlayStation.
Dari pernikahannya dengan Yuni, Alam dikaruniai dua anak perempuan. Keduanya berjarak sekitar 4 tahun. Saat ini mereka telah remaja.
“Anaknya yang pertama sempat sekolah sampai kelas 2 SD lalu berhenti. Soalnya dia menentang sekali Pancasila,” ucap Alex.
Saat anaknya itu berusia 10 hari, orang tua Yuni berhasil memisahkan mereka. Alam digugat cerai bahkan sempat dipolisikan. Mereka pun berpisah.
Pada 2013, Alam sempat menunjukkan materi dari Syria. Dia mengajak Alex bergabung, namun pria ini menolak. “Tapi waktu bicara sama dia saya iyakan saja. Kalau saya bantah kan enggak enak. Padahal di hati kita NKRI harga mati,” ucapnya sambil tertawa.
Bahkan, Alex sempat diajak Alam ikut proyek di Palu. Hasil dari pekerjaan itu rencananya ditabung untuk berangkat ke Syria. Namun proyek di Palu itu gagal.
Setelah itu Alex pindah ke kawasan Mabar sehingga lama tidak bertemu dengan Alam. Terakhir mereka bertemu di rumah Alam di Jalan Alfaka VI pada 2015.
“Di situ saya dikenalkan dengan istrinya yang baru, kabarnya orang luar,” ucap Alam.
Tak lama setelah pertemuan terakhir itu, rumah Alam digusur untuk proyek Tol Medan-Binjai. Dia dan istrinya dikabarkan pindah ke Martubung.
Empat tahun berselang, Kamis (10/10/2019), kabar mengejutkan didengar Alex dari wartawan. Temannya itu disebutkan menikam Menkopolhukam Wiranto di Pandeglang, Banten.
“Aku terkejut bukan karena apa. Aku terkejut, ‘Kok jadi juga ya?’ Gemblung,” ucapnya.
Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis mengatakan Syahrial tidak memiliki catatan kriminal di wilayah hukumnya.
“Belum ada, karena pelaku sudah lama merantau dan tidak tinggal di Medan lagi sejak 2016,” ucapnya.
(Dbs/Riel)





