INFOSULSL.COM, MAKASSAR – Penunujukan Mahfud MD sebagai Menteri Koordinator Hukum, Politik dan Hak Asasi Manusia (Menko Polhukam), dalam ‘Kabinet Indonesia Maju’ periode 2019-2024 oleh pengaat politik Heri Tahir adalah ;langkah maju di kabinet Joko Widodo – Ma’ruf Amin.
Sebagai Menko Polhukam, rakyat berharap dari tumpukan masalah di negeri ini segera dituntaskan mulai dari penegakan hukum yang tidak adil dan lebih khusus pada pengungkapan pelanggaran HAM yang tak kunjung terselesaikan.
Prof. DR. Heri Tahir, SH., MH berharap tetap konsisten memegang teguh nilai-nilai idealisme yang selama ini sudah terbangun sejak dari kampus.
“Saya pribadi menaruh harapan agar Prof Mahfud tetap konsisten memegang teguh nilai-nilai idealisme yang selama ini sudah terbangun sejak dari kampus.Termasuk penuntasan masalah HAM yang selama ini terabaikan,” ungkap Heri saat dihubungi INFOSULSEL.COM, belum lama ini.
Putra kelahiran Watampone ini juga menyebutkan sosok Prof Mahfud sebagai Menko Polhukam dinilai sangat punya kapasitas. Ssehingga diberharap tidak ada lagi penyelewengan-penyelewengan hukum yang terjadi.
“Jangan justru sebaliknya, Prof Mahfud justru meligitimasi pelanggaran HAM baik yang sudah lalu maupun ke depannya,” ujar mantan WR III UNM periode 2012-2016.
Terakhir, ia mengingatkan selain kasus Wamena yang saat ini masih berlangsung masih ada kasus Munir dan Novel Baswedan yang belum terselesaikan.
“Semua kasus ini harus diungkap. Khususnya kasus Munir dan kasus Novel Baswedan. Termasuk juga terduga teoris yang diperlakukan dengan sewenang tetapi kasusnya sendiri tidak jelas dan tidak transparan proses hukumnya,” tegas Heri.
(Andi/Riel)





