INFOSULSEL.COM, MAKASSAR —– Puluhan truk mengantre di depan sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Pangkep. Truk tersebut mengantre untuk menunggu giliran mengisi solar. Bahkan ada yang sampai nginap.
Salah seorang sopir truk, Rusman (52 tahun) mengatakan, kondisi kekurangan solar ini sudah terjadi hampir sepekan. Ia datang mengantre sejak pukul 08.00 Wita. Namun hingga pukul 14.30 Wita ia belum juga mendapatkan solar.
“Sudah satu minggu begini. Kami harus mengantre untuk mendapatkan solar. Biasanya kami antre berjam-jam. Bahkan ada banyak sopir yang bermalam di sini,” ujarnya, Rabu (7/11/2019).
Rusman menuturkan, kondisi ini sangat merugikan bagi sopir karena waktu mereka habis untuk mengantre. Hal itu lalu dibenarkan oleh rekan-rekan sopirnya yang juga mengantri. “Biasa saya sampai tujuh rate, sekarang bagus kalau kita bisa dapat satu rate,” ucapnya.
Salah seorang petugas SPBU di Pangkep yang enggan disebut namanya mengatakan, antrean tersebut disebabkan karena stok solar yang kurang. Sebelumnya, pihaknya mendapat jatah 16 KL solar yang datang setiap pagi. “Sekarang tinggal 8 KL solar perhari. Itu pun datang jelang sore,” ungkapnya.
GM Humas dan CSR Pertamina Wilayah VII, Hatim Ilwan mengatakan, dari data yang ada, konsumsi solar untuk sektor ritel di Sulsel mencapai 51 persen dari konsumsi seluruh provinsi yang ada di Sulawesi.
“Prinsipnya, Pertamina akan terus menjalankan tugasnya dalam menyalurkan solar meski realisasi konsumsi hingga September 2019 sudah lebih 15 persen dari kuota semestinya,” terang Hatim seperti dikutip Sindonews.com, Rabu (7/11/2019).
Ia menyebit kuota solar tahun ini di Sulsel lebih rendah 10 persen dibanding reailisasi 2018. Sementara secara nasional umumnya solar tumbuh sekitar 3-5 persen per tahun.
Menurut dia, meningkatnya konsumsi solar ini juga dipengaruhi faktor alam. Saat musim kemarau yang lebih panjang serta dikebutnya proyek-proyek akhir tahun berdampak pada kebutuhan energi untuk mobilitas. Termasuk, lanjut dia, ada indikasi munculnya panic buyer dari masyarakat.
(Riel)





