20 Tahun Dalam Kegelapan, Lisa Datang Menerangi 12 Desa di Wajo

INFOSULSEL.COM, WAJO –Cukup lama warga di 12 desa di Kabupaten Wajo hidup dalam kegelapan. Namun setelah 20 tahun menanti, Lisa datang menerangi rumah warga di 12 desa tersebut.

Lisa bukanlah seorang gadis cantik. Bukan pula seorang janda kaya raya yang mau menghibahkan kekayananya. Tapi, Lisa akronim dari Listrik Desa, sebuah program yang digagas oleh Perusaahaan Listrik Negara (PLN).

Berkat Lisa, kini rumah warga di 12 desa tersebut yakni Desa Watangcani di Kecamatan Bontocani, Desa Turucinnae di Kecamatan Lamuru, Desa Abbanuangge di Kecamatan Maniang Pajo, Desa Arrajang di  Kecamatan Gillireng, Desa Gillireng di Kecamatan Passeloreng, serta Desa Inrello di Kecamatan Kerra, sudah terang benderang.

Aliran listrik juga menerangi Desa Bulu Siwa di Kecamatan Pitumpanua, Desa Sijeling di Kecamatan Tellu Siatinge, Desa Baringen di Kecamatan Libureng, Dusun Assarajange di Kecamatan Libureng, Desa Awo di Kecamatan Kerra, dan Desa Sakkoli di Kecamatan Sajoanging.

Peresmian Lisa dipusatkan di Dusun Labakka, Desa Abbanuange, Kecamatan Maniang Pajo, Kabupaten Wajo, Senin (23/12/2019). Hadir dalam peresmian tersebut selain General Manager PLN UIW Sulselrabar, Ismail Deu, juga sejumlah pejabat diantaranya Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Wajo, Eman Sulaeman, dan Bupati Wajo, Amran Mahmud.

General Manager PLN UIW Sulselrabar, Ismail Deu menjelaskan dengan potensi 588 pelanggan, PLN telah membangun infrastruktur hingga 47,34 kms. Juga  Jaringan Tegangan Menengah (JTM), 35,17 kms, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) dan 20 buah gardu distribusi dengan total 800 kVa.

‘’Tantangan yang sering dihadapi PLN adalah akses jalan yang rusak dan medan terjal. Apalagi untuk mencapai daerah ini membutuhkan waktu satu jam. Tetapi hal tersebut bukan menjadi halangan bagi petugas PLN untuk menjalankan tugas mulia ini,” jelas Ismail melalui rilis PLN kepada media.

Ismail optimistis, seluruh desa di wilayah kerja PLN UIW Sulselrabar akan dialiri listrik pada tahun 2020.

“PLN menargetkan pada tanggal 17 Agustus 2020 nanti, semua desa di Indonesia sudah terlistriki,” ujarnya.

Selain itu, Ismail berharap kehadiran Lisa akan berdampak positif dalam meningkatkan taraf ekonomi dan mutu pendidikan masyarakat setempat.

“Mulai hari ini sudah ada secercah cahaya. Melalui listrik, semoga bisa meningkatkan taraf ekonomi desa dan bisa menambah mutu pendidikan warga, karena listrik bukan cuma untuk penerangan saja,” terangnya.

Ismail mengimbau agar warga tak segan membantu PLN untuk menjaga suplai listrik supaya tidak mengalami gangguan.

“Kami minta kepada mayarakat untuk turut membantu menjaga infrastruktur, terutama jika ada pohon yang mendekati jaringan kiranya dapat merelakan pohonnya untuk dipotong. Karena jika tidak akan dapat menggangu kelangsungan pasokan listrik,” tutur Ismail.

Bupati Wajo, Amran Mahmud menyampaikan terima kasihnya dan berharap listrik bisa meningkatkan layanan hidup masyarakat di Desa Abbanuange.

“Listrik menjadi salah satu kebutuhan masyarakat, dan menjadi kewajiban kita semua untuk memberikan pelayanan listrik kepada masyarakat. Mudah-mudahan hadirnya listrik bisa meningkatkan ekonomi masyarakat di daerah ini,” tuturnya.(riel)

Pos terkait