Antisipasi Kotak Kosong, KPU Semarang Belajarlah Makassar

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, mengantisipasi kemungkinan munculnya kotak kosong Pemilihan Walikota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Semarang 2020.

Komisioner KPU Semarang, Novi Maria Ulfah mengemukakan kotak kosong yang pernah terjadi di kota Makassar adalah hal yang unik, sehingga hal itu menurutnya perlu dilakukan antisipasi.

“Yang melatarbelakangi kita melakukan kunjungan ke KPU Makassar bagaimana kita bisa antisipasi, belajar dan kita siapkan diri apabila hal itu terjadi di Semarang,” ujarnya saat dikonfirmasi via telepon, Selasa (21/1/2020).

Sementara menurut Novi, kota Semarang dimungkinkan berpotensi.  Namun pihaknya tetap akan menjalankan prosedur pengawasan jika terjadi pasangan tunggal.

“Pemilukada ini kan akan diadakan secara serentak. Maka kami perlu persiapan. Karena fenomena kemenabgan Kolom Kosong belum pernah terjadi dan ini unik. Menurut kami itu didasari kondisi sosial, geografis dan tidak adanya monopoli,” sebut Novi.

Berdasarkan peraturan yang ada, jika ”kotak kosong” menang, maka jabatan kepala daerah sementara akan diisi oleh pelaksana tugas (Plt ).

Seluruh komisioner KPU Semarang  melakukan kunjungan ke KPU Makassar. Mereka adalah  Henry Casandra Gultom (Ketua), Heri Abrianto, Novi Maria Ulfah, Ahmad Zaeni, dan Suyanto. (andi/riel)

Pos terkait