INFOSULSEL.COM, MAKASSAR –— Koalisasi Mahasiswa dan Pemuda Anti Narkoba menggeruduk kantor DPRD Makassar, Jumat (10/1/2020). Mereka mempertanyakan status Rachmad Taqwa Qurais, caleg terpilih dari PPP yang tersandung narkoba sebelum di lantik.
Aksi sekelompok mahasiswa itu direspon anggota Fraksi PPP DPRD Kota Makassar. Fasruddin Rusli dan Abdul Wahid. Kedua legislator ini menemui para demonstran.
‘’Penentuan statusnya akan diputuskan melalui rapat Fraksi PPP DPRD Kota Makassar. Tuntutan teman-teman mahasiswa juga akan kami konsultasikan ke DPC PPP,” tegas Fasruddin Rusli yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komisi C DPRD Makassar.
Acil memastikan pengganti RTQ akan segera ditentukan. Namun ia tak menyebut nama yang bakal mengisi satu kursi PPP yang kosong tersebut. Sebab belum ada putusan dari DPW PPP Sulsel.
“Kami masih menunggu keputusan dari DPW. Saya yakin dan percaya bulan ini atau bulan Februari sudah ada pelantikan (PAW),” ungkap Acil.
Sebelum diterima di lantai 1 ruang asprasi, kelompok mahasiswa ini menggelar aksi unjuk rasa. Mereka mendesak dilakukannya Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap RTQ. Aksi yang dilakukan ini untuk yang kesekaian kalinya.
Mereka mendesak PPP segera mengambil sikap politik atas kekosongan kursi di parlemen pasca jatuhnya vonis terhadap RTQ oleh Pengadilan Negeri Makassar.
“Sudah sepatutnya partai harus mengambil langkah serius. Pemecatan harus dilakukan. Jika dibiarkan akan berdampak pada integritas dan nama baik DPRD itu sendiri,” tegas Arjuna Laut, perwakilan Koalisasi Mahasiswa dan Pemuda Anti Narkoba.
Arjuna menambahkan, belum adanya langkah tegas dari DPW PPP Sulsel akan mendapat banyak sorotan. Sebab partai memilih kader yang terlibat kasus narkoba masuk dalam parlemen.
“Harus ada langkah tegas dari Partai. Jika ada anggota DPRD terpilih yang terlibat narkoba dan dilantik, tentu akan berdampak besar. Sebab ini akan mempengaruhi kepercyaan kita terhadap DPRD. Juga akan mecoreng marwah parlemen,” katanya.(andi-riel)





