Larangan Jual Bebas Kondom, tak Bertaji

  • Whatsapp

INFOSULSEL. COM, MAKASSAR – Surat Edaran Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terkait larangan menjual bebas alat kontrasepsi ternyata belum merata diterima pengelola apotek dan market di Kota Makassar. Buktinya masih ada sejumlah apotek dan mini market yang masih menjual bebas alat kontrasepsi tersebut.

Salah satunya apotik di Jalan Alauddin II. Pengelola apotek tersebut beralasan mereka belum menerima surat edaran yang ditandatangani oleh Kasatpol PP Kota Makassar Iman Hud.

“Kami belum pernah mendapat pemberitahuan termasuk surat edaran dari Pemkot Makassar mengenai larangan menjual alat kotrasepsi,” kata Shofiyyah, salah satu karyawan di apotek tersebut kepada INFOSULSEL.COM, Kamis (13/2/2020).

Hal senda dikatakan Riska, karyawan lainnya. Meski begitu ia mengaku pernah mendapat surat edaran larangan jual bebas alat kontrasepsi tapi itu saat jelang malam tahun baru 2020.

‘Memang pernah kami terima surat terkait larangan menjual alat kontrasepsi. Tapi itu dalam rangka malam tahun baru. Kalau untuk hari Valentine, kami belum pernah terima. Saya juga baru dengar infonya,” ujar  Riska.

Pengakuan serupa dikatakan dua karyawan apotek di tempat berbeda, Apotek Wanda dan Apotek Rannu Farma. Nurfa. Karyawan Apotek Wanda  di Jalan Dg Tata Raya No 97A ini juga mengaku tidak perna menerima surat imbauan dari Satpol PP Kota Makassar.

Nurfa, mengaku meski tidak ada larangan dari  pihak Pemkot Makassar Apotek Wanda tidak perna menjual alat kontrasepsi tersebut.

‘’Kami sudah mendengar kabar tersebut. Tapi suratnya belum kami terima. Makanya saya tetap menjual karena surat larangannya belum kami terima,” kata Nurul, karyawan apotek yang berlokasi di Jalan Andi Tonro itu.

Alasan Nurul tetap akan menjual alat kontrasepsi tersebut, selain belum menerima edaran  rata-rata pembeli kondom di apoteknya dari kalangan orang dewasa.

Kasatpol PP Kota Makassar Iman Hud menyebut sudah menyebar sekitar 400-an surat edaran larangan menjual alat kontrasepsi di 15 kecamatan di dalam Kota Makassar. Surat edaran tersebut dipasang di outlet-outlet minimarket dan apotek jelang perayaan Valentine Day.

Menurut Iman, larangan tersebut bukan hanya untuk perayaan Valentine Day saja. Apalagi surat edaran yang sama juga sudah dilakukan sejak 2015. Karena itu untuk menindaklanjuti edaran tersebut ia juga akan melakukan razia. Bagi mereka yang melanggar akan diberi sanksi.(calu/riel)

Pos terkait