STIE Nobel Indonesia Makassar Cetak 439 Calon Pengusaha Muda

infosulsel.com
Wisuda sarjana XVI dan pascasarjana VI STIE Nobel Indoensia Makassar di Hotel Claro Makassar, Jalan Andi Pettarani, (25/2/2020).

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Nobel Indonesia Makassar menggelar wisuda sarjana XVI dan pascasarjana VI di Hotel Claro Makassar, Jl. Andi Pettarani, (25/2/2020).

Ketua Yayasan STIE Nobel Indonesia Makassar, Mashur Razak menuturkan, jumlah wisudawan yang dicetak oleh STIE Nobel Indonesia Makassar kali ini menjadi yang terbanyak sepanjang gelaran wisuda STIE Nobel.

Bacaan Lainnya

Acara prosesi wisuda yang berlangsung khidmat itu, STIE Nobe Indonesia Makassar resmi mengukuhkan 439 Calon Pengusaha Muda. Mereka siap memasuki dunia bisnis di masa akan datang.

“Wisuda hari ini berjumlah 439 orang. S1 58 wisudawan dan S2 381 wisudawan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Mashur, STIE Nobel tidak hanya kita mencetak wisuda dengan mengutamakan kuantitas, lebih dari itu, STIE Nobel selalu mengutamakan kemampuan mahasiswa yang diluluskan.

Hal itu terbukti di setiap mahasiswa yang akan diluluskan. Mereka diwajibkan untuk memiliki usaha sendiri ataupun kelompok usaha yang berbadan hukum. Baik itu dalam bentuk perseroan terbatas (PT) atau CV.

“Visi kita ini kan mengubah mindset anak-anak untuk menjadi pengusaha. Jadi kebijakan kita yang terakhir itu adalah mewajibkan kepada seluruh mahasiswa yang mau selesai, harus sudah punya perusahaan. Jadi mereka tidak boleh menyusun skripsi, tidak boleh wisuda kalau mereka belum punya perusahaan,” beber Mashur.

Apresiasi juga diberikan yayasan kepada mahasiswa yang terlibat sebagai aktivis kampus. Mashur menjelaskan, banyak mahasiswa yang kuliahnya sedikit terhambat akibat aktif di organisasi. Namun kata dia, hal ini bukan menjadi persoalan. Pasalnya, banyak manfaat yang dapat diperoleh dari berorganisasi.

“Itu juga salah satu Apresiasi kita kepada adek-adek mahasiswa karena menjadi aktivis kampus itu memerlukan pengorbanan. Banyak dari mereka yang terlambat kuliahnya karena mengurus organisasi. Ini bentuk apresiasi kepada mahasiswa bahwa jangan pernah takut berorganisasi,” jelas Mashur.

Oleh karena itu, ia berpesan kepada mahasiswa lainnya agar tak takut mengembangkan potensi diri melalui organisasi.

“Orang yang sukses itu adalah orang-orang yang memiliki kemampuan soft skill dan di organisasi itulah tempatnya untuk mengembangkan soft skill. Jadi mahasiswa jangan pernah takut berorganisasi karena di dalam organisasi itu tempat mengembangkan leadership, kemampuan untuk membangun koneksi, bekerja sama. Jadi ini kita beri apresiasi,” tandasnya.

(andi)

Pos terkait