11 Cabor Sulsel Bertanding di Kota Jayapura

Tinju salah satu Cabor andalan Sulsel di PON XX Papua. (FOTO: SRI SYAHRIL)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR— Sulawesi Selatan pada PON XX 2020 Papua meloloskan 189 atlet yang tersebar di 27 cabang olahraga (Cabor).

Dari jumlah tersebut  11 cabor di antaranya akan dipertandingkan di Kota Jayapura. Tujuh cabor lainnya di Kabupaten Mimika, enam di Kabupaten Jayapura, dan tiga  cabor di Kabupaten Merauke.

Bacaan Lainnya

Juri Bicara KONI Sulsel M.Dahlan Abubakar menjelaskan, ke-11 cabor yang dipertandingkan di Kota Jayapura masing-masing angkat besi, kempo, pencak silat, dan dayung. Cabor lainnya, layar, karate, takekwondo, selam kolam (Laut), eepak takraw, sepakbola, dan bulutangkis.

Sementara di Kabupaten Mimika meliputi cabor atletik, bola basket, biliar, futsal, hudo, panjat tebing, dan tarung derajat. Di Kabupaten Jayapura, criket, hoki, senam, nuaythai, tinju, dan sepakbola (penyisihan). Tiga cabor lainnya di Kabupaten Merauke yakni balap motor, catur, dan anggar.

“Dari 27 cabor yang lolos PON XX tersebut mencakup 195 atlet, tidak termasuk pelatih, asisten pelatih, mekanik,” ujar Dahlan, kepada media, Jumat (13/3/2020).

Berkaitan dengan sharing program antara Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Sulsel dengan para pelatih cabor, menurut Dahlan, sudah selesai, Jumat (13/3/2020) setelah berlangsung sejak 11 Maret 2020.

Pada hari pertama (11/3/2020), kegiatan itu diikuti enam cabor yaknt Tinju, selancar angin, atletik, karate, bola basket, dan dayung. Pada hari kedua (12/3) diikuti cabor balap motor, anggar, renang indah, biliar, wepak takraw, dayung (Cano), judo, kempo, dan layar.

Pada hari terakhir (13/3) diikuti cabor angkat besi, selam kolam, bulutangkis, pencak silat, catur, renang perairan, senam, criket, muaythai, dan panjat tebing. Satu-satunya cabor yang hadir dalam kegiatan ini adalah cabang sepakbola.
Kegiatan berbagai program ini ditangani Penanggung Jawab Binpres Prof.Dr.A.Ichsan, M.Kes, didampingi Drs.Syamsuddin Umar, M.Si di bawah pengawasan langsung Wakil Ketua Umum III KONI Sulsel Prof.Dr.Musakir, S.H., M.H.

Para pelatih menjelaskan secara sistematis skema program latihan para atletnya dan menerima masukan teoretik dari Binpres KONI Sulsel. Menyangkut hasil berbagai program yang dilaksanakan selama tiga hari itu, Prof. Ichsan menilai, sekitar 70-80% cabang olahraga sudah mempersiapkan program latihan mereka. Beberapa di antaranya sudah lumayan sebagai persiapan menghadapi latihan.

Setelah selesainya kegiatan berbagai program ini, pada tanggal 26 hingga 28 Maret 2020, KONI Sulawesi Selatan akan melakukan tes terhadap para atlet yang telah dinyatakan lolos PON XX. Tes itu menggunakan Harvard Step Test. Tes ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkat dan indeks kebugaran jasmani seorang atlet. (*).
Yang diperlukan dalam tes ini adalah stopwatch, bangku, alat yang digunakan untuk mengetahui indeks kardiovaskuler seorang atlet setelah naik turun selama 5 menit tanpa henti.
Atlet duduk dan denyut nadinya dihitung selama 30 detik, kemudian dia naik turun bangku maksimal selama 5 menit bersamaan dengan stopwatch dinyalakan. Naik turun bangku dihentikan saat atlet merasa pusing, nyeri di dada, capek, dan langkahnya tidak teratur atau jatuh. Denyut nadi saat istirahat setelah naik turun bangku dan waktu naik turun bangku dicatat. Indeks kebugaran jasmani dihitung dengan menggunakan rumus.
Penanggung Jawab kegiatan Sharing Program ini, Prof.Dr.A.Ichsan, M.Kes mengatakan, penggunaan Harvard Step Test sudah lama berkembang dan digunakan guna mengukur tingkat aerobik, endurance (daya tahan), dan kebugaran seorang atlet.(riel)

Pos terkait