INFOSULSEL.COM, MAKASAR —– Ada pemandangan lain di pintu utama Stadion Mattoangin saat PSM menjamu Barito Utama, Ahad (15/3/2020). Kedua telapak tangan seluruh penonton disemprot disinfektan.
Disinfektan adalah bahan kimia yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi atau pencemaran oleh jasad renik. Cairan obat ini juga untuk membasmi kuman.

Disinfektan merupakan senyawa kimia yang bersifat toksik yang memiliki kemampuan membunuh mikroorganisme yang terpapar secara langsung oleh disinfektan.
Tidak hanya itu. Stadion peninggalan PON ke IV tahun 1957 itu juga disemprot cairan kimia yang sama. Termasuk kursi penonton dan ruang ganti pemain.
“Ini sebagai langkah pencegahan penularan virus corona di Makassar, khususnya di dalam stadion,” Ketua Panpel, Ali Gauli Arif, Ahad (15/3/2020).
Menurut Ulli, sapaannya penyemprotan cairan Disinfektan tersebut dilakukan oleh relawan dari Fakultas Teknik Industri Universitas Muslim Indonesia (FTI UMI) Makassar.
Dekan FTI UMI, Zakir Zabara H. Wata mengakui hal itu. Tidak hanya melibatkan mahasiswanya. Mantan aktivis mahasiswa di era 90-an ini juga menyumbangkan Formula Hand Sanitizer, antiseptik yang bisa mencegah penyebaran virus corona kepada manajemen PSM.
“Kami menyumbang 70 botol untuk disemprotkan ke tangan penonton yang masuk ke stadion pada laga PSM melawan Barito Putera. 70 botol ini bisa digunakan untuk menyemprot tangan 5 ribu orang. Perbotol bisa untuk 50 orang,” jelas Zakir.(riel)





