INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, menjelaskan korban meninggal dunia akibat terpapar Virus Corona (Covid-19) adalah warga Makassar. Jenis kelaminnya perempuan dan meninggal pada Kamis (19/3/2020).
Korban ini menurut Nurdian Abdullah terjangkit Covid-19 setelah kembali dari umroh beberapa waktu lalu.
‘’Kemudian mengalami keluhan diare dan batuk selama satu minggu, setelah dari Tanah Suci,” katanya.
Terkait alasan terlambatnya informasi kematian tersebut menurutnya disebabkan ketergantungan alat pemeriksaan sampel darah Pasien Dalam Pengawasan (PDP).
‘’Selama ini, Sulsel masih bergantung pada laboratorium di Jakarta. Tapi kita sudah punya alat di Unhas dan di RS Wahidin. Kita sudah miliki tim medis yang memadai. Jadi tinggal persetujuan dari Kementerian Kesehatan,” kata Nurdin kepada saat jumpa pers, di kediaman pribadinya, Perumahan Dosen Unhas.
Menurut mantan Bupati Bantaeng dua periode ini, pasien tersebut dirawat di rumah sakit dengan keluhan demam. Kemudian diambel sampel dan dikirim ke laboratorium di Jakarta
“Saya ingin jelaskan pasien Covid-19, 285 jadi kita tidak sebut identitas, mengalami keluhan dan dirawat di RS Siloam dengan keluhan demam dan sesak. Dan ketika dilaksanakan foto thoraks menunjukkan pneumonia di kedua paru,” jelasnya.
Ia menjelaskan, almarhumah diketahui terjangkit virus corona tersebut, empat hari setelah pengambilan sampel. Sampel tersebut pun diambil pasca pasien Covid-19 285 meninggal dunia.
“Yang bersangkutan kita ambil sampelnya sudah meninggal dunia. Tetapi hasilnya baru hari ini kita dapatkan, bahwa pasien tersebut positif corona,” katanya. (riel)





