INFOSULSEL.COM, MAKASSAR —– Pemerintah Kota Makassar membangun Posko Tanggap Darurat Bencana Covid-19 dan Media Center bagi masyarakat dan wartawan yang ingin mendapatkan perkembangan terbaru penanganan Virus Covid-19 di Kota Makassar. Pusat informasi ini terletak di Kantor Dinas Kesehatan Kota Makassar sejak Jumat (20/3/2020).
Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb langsung memberikan keterangan pers di Media Center Covid-19 merilis data terbaru jumlah penderita di Kota Makassar.
“Jumlah orang yang sedang diamati sebanyak 68 orang. Ini diambil dari hasil screening terhadap orang yang pernah melakukan kontak langsung dengan pasien positif Covid-19 dan telah dinyatakan meninggal beberapa waktu yang lalu. Selain itu, terdapat lima orang yang dikategorikan ODP (Orang Dalam Pemantauan), sembilan orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP), serta dua orang yang dinyatakan positif terpapar Virus Covid-19,” jelas Iqbal.
Iqbal juga menjelaskan 68 orang yang sedang diamati ini merupakan bagian dari rombongan Jemaah umroh yang berangkat bersama pasien yang dinyatakan positif Covid-19 dan meninggal dunia.
“Suami Almarhumah saat ini dinyatakan sebagai PDP Covid-19 karena sudah memiliki gejala yang menyerupai Covid-19,” ungkap Iqbal.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Naisah Tun Azikin yang mendampingi Iqbal menjelaskan tujuan pembentukan Posko Tanggap Darurat Covid-19 sebagai strategi untuk lebih menguatkan kordinasi dan juga memudahkan masyarakat dan wartawan dalam mendapatkan info terbaru terhadap perkembangan penanganan Covid-19 di Kota Makassar.
“Beberapa waktu lalu Pak Wali telah membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 yang diketua Sekda Kota Makassar. Salah satu inplementasi dari Gugugs Tugas membentuk Posko dan media center yang akan digunakan setiap saat untuk berkordinasi dan mengupdate setiap perkembangan terbaru penanganan Covid-19 di Kota Makassar,” jelas Naisah.
Naisa juga mengaku telah membentuk Tim Tanggap Bencana yang bertugas secara teknis di lapangan melakukan screening terhadap warga yang dicurigai memiliki riwayat pernah melakukan kontak pasien positif Covid-19.
“Insya Allah, kita sangat siap. Seluruh Puskesmas dan rumah sakit rujukan yang telah ditunjuk siap menerima dan memeriksa warga yang memiliki gejala Covid-19. Selain itu, layanan Nomor Tunggal Panggil Darurat (NTPD) 112 serta hotline yang kita pasang juga setiap saat bersiaga menerima keluhan warga via telepon. Kami akan melaporkan data terbaru di media center ini setiap pukul sembilan malam, setiap harinya,” lanjut Naisah.(riel)





