INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Lembaga Ta’rif wan Nasyr Nahdathul Ulama (LTN-NU) Sulawesi Selatan (Sulsel) mengggelar Madrasah Literasi dan Content Creator di Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Makassar, Kementrian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Republik Indonesia (RI) pada Jumat 13 hingga Minggu 15 Maret 2020.
Pelatihan yang diikuti oleh 35 peserta dari berbagai daerah se-Sulselbar berlatar belakang NU ini menghadirkan narasumber dan fasilitator berkelas.
Mereka adalah Irfan Syuhudi (Penulis Lepas), pemateri Straight News dan Media Online Maya Oktaria (produser Kompas Tv), Reportase Mardiana Rusli (Presidium Jaringan Demokrasi Indonesia), Jurnalisme dan Jurnalistik, Herwanita, (Komisioner Komisi Penyiaran Daerah), Hasrul Hasan.
Kemudian, In-depth Reporting Abdul Karim (Penulis Klakson), Essai dan Opini As Kambie (Manejer Produksi Tribun Timur), serta Ketua AJI Makassar Nurdin Amir yang membawakan materi Kode Etik Jurnalistik.
Deretan materi di atas ditargetkan akan menunjang kemampuan peserta dalam membuat konten kreatif dan tulisan berperspektif NU.
Lebih jauh, output dari kegiatan yang dikemas santai tapi serius ini akan menjadi lokomotif produksi regenerasi kader NU yang kreatif dan melek kemajuan teknologi.
“Melatih kader muda NU agar Aktif dalam dunia kepenulisan jadi diharapkan ke depan nanti alumni dari pelatihan ini bisa mengembangkan hal yang serupa di daerah masing-masing di basisnya dan menciptakan lebih banyak kader NU aktif di dunia kepenulisan dan konten kreatif,” ungkap salah seorang fasilitator Iqbal Arsyad.
Direktur Lembaga Pendidikan dan Advokasi Anak Rakyat (LAPAR) Sulsel ini menyebutkan, usai kegiatan ini, kader-kader alumni pesantren literasi ini menjadi penggerak sekaligus pelaku dalam menciptakan konten kreatif yang lebib humanis.
“Kegiatan ini akan terus dipantau dan ditindaklanjuti oleh panitia dan pengurus LTNU. Semua peserta masuk dalam sebuah Grup nanti akan dipantau perihal apa yang telah dilakukan sebagai Output dari kegiatan ini,” tutur peraih Tokoh Muda Inspiratif Muda 2020 untuk isu keberagaman itu.
Nurwahidah, salah seorang peserta Pesantren Literasi ini mengaku, dirinya berkomitmem membangun isu-isu kearifan lokal sebagai segmem penulisannya di kemudian hari.
“Sayar suka menulis dan kapasitas saya masih kurang maka saya mengikuti kegiatan ini dan saya berharap mampu menulis dan mampu mengankat Isu lokalitas dan mampu mengankat NU yang tradisional ke permukaan,” tegas Nutwahidah.
Terpantau, kegiatan Ini ditutup dengan Foto bersama peserta, panitia, dan fasilitator di depan salah satu Gedung BLKI Makassar.
Penulis: Nur Shia (Alumni Pesantren Literasi LTN-NU)
red: gun





