Kompetisi Ditunda, Pemain PSM Siap Terima Pemotongan Gaji

Dua pemain muda PSM Makassar, Asnawi Mangkualam dan M Arfan.(FOTO: SRI SYAHRIL)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Sejumlah pemain PSM  siap menerima risiko pemotongan gaji ditengah ditundanya kompetisi akibat pandemi virus corona yang mewabah di negeri ini. Media Officer PSM, Sulaiman Abdul Karim, mengatakan kebijakan itu akan ditetapkan usai berkomunikasi dengan pemain.

“Yang saya tahu, CEO PSM (Munafri Arifuddin) belum melakukan komunikasi ke pemain dan ofisial. Tapi dalam waktu dekat,’’ katanya dikutip SINDOnews.com, Sabtu (4/4/2020).

Sule, sapaanya  mengaku baik pemain dan staf memahami situasi dan kondisi klub saat ini. Tak ada pemasukan keuangan lantaran kompetisi ditunda.

“Yang pasti, kita semua udah tahu kondisinya. Dan mau bagaimana lagi. Kita semua sudah paham seperti apa kondisi saat ini,” ujarnya.

Dia yakin para pemain dan staf siap berlapang dada dengan situasi darurat ini. Menurutnya,  beberapa pemain juga sudah memberi komentar di media terkait usulan pemotongan gaji.

‘’Dan mereka saya lihat siap menerima,” katanya.

Sebanyak 10 klub di Liga 1 termasuk PSM, memberikan usulan ke PSSI agar mereka bisa membayar gaji pemain maksimal 25 persen. Hasilnya, PSSI menyetujui masukan tersebut.

Pelatih PSM, Bojan Hodak sedianya tak mempermasalahkan pemotongan gaji pemain dan staf. Hanya saja, dia kecewa lantaran PSSI mengambil keputusan sepihak tanpa mendiskusikannya dengan pihak terkait.

“Federasi Indonesia (PSSI) telah mengizinkan klub untuk memberikan gaji makimal 25 persen kepada pemain selama dua bulan ke depan. Tapi anehnya itu tidak dibicarakan dulu dengan perwakilan pemain atau pelatih,” sebutnya.

Sementara itu, pemain PSM, Bayu Gatra mengaku tak masalah jika gajinya dipotong. Dia paham kondisi klub saat ini memang tidak bisa memberi gaji penuh lantaran tak mendapatkan pemasukan dari sponsor dan tiket pertandingan.

“Kami ikut perintah manajemen saja. Bagaimana baiknya. Kita juga paham situasi tim saat ini,” katanya.(riel)

Pos terkait