Pj Walikota Makassar Lemmot, Warga Menjerit : Dibunuh Corona atau Mati Kelaparan

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Keputusan Pemerintah Makassar yang mengimbau masyarakat di rumah saja sejak 18 Maret membuat masyarakat menjerit. Dampaknya ratusan ribu tenaga informal di Makassar kehilangan penghasilan. Bahkan untuk membeli makan pun sudah sangat susah.

“Kapan ini corona berhenti. Sudah lelah saya dikurung di rumah. Ini sudah sebulan. Mau ke Pabaeng-baeng, dilarang. Mau ke Mangasa dilarang. Mau ke Takalar juga dilarang. Mau dapat dapat apa tinggal di rumah. Sementara orang di Takalar sudah panen. Seharusnya saya sudah bisa dapat beras. Semua gara-gara Corona. Nanti malah bukan Corona yang membunuh kami tapi karena kelaparan. Kita tidak bisa kemana-mana. Pasar ditutup, toko ditutup,” keluh seorang nenek dalam video berdurasi 40 detik yang beredar via aplikasi WhatsApp (WA) Senin (6/4/2020).

Bacaan Lainnya

Kondisi serupa dialami dua ibu rumah tangga lainnya yang juga menjerit akibat tak bisa beraktifitas di luar rumah demi mencari sesuap nasi. Dalam video lainnya berdurasi 55 detik yang juga beredar via WA keduanya bingung harus bagaimana agar bisa tetap bertahan hidup di tengah pandemi Covid-19 yang membatasi ruang gerak mereka selama beberapa pekan terakhir.

Masyarakat sesungguhnya sudah mematuhi imbauan pemerintah untuk tetap di rumah saja. Namun di sisi lain Pemerintah Kota Makassar seakan menutup mata dengan kondisi yang dialami warganya. Bantuan sembako yang dijanjikan untuk masyarakat tak kunjung datang.

“Nanti bukan corona yang membunuh kami tapi karena kelaparan,” keluh seorang wanita tua dalam video tersebut.

“Iya. Betul,” sahut ibu lainnya yang usianya lebih muda.

“Jadi mau apa kita kalau begini. Kita mau pergi kerja, tempat kerja tertutup. Jadi kita mau dapat apa. Nanti bukan corona yang membunuh kami tapi karena kelaparan,” keluh seorang wanita tua itu lagi.

“Kalau begini terus, nanti kita mati kedinginan di dalam kamar,” cetus wanita tua itu.

Kondisi ini hampir menyeluruh melanda masyarakat Kota Makassar. Khusunya para pekerja informal. Nasib mereka tak menentu. Ibarat pepatah, ‘seperti pungguk merindukan bulan’. Berharap bantuan dari Pemkot Makassar sebagai kompenasasi imbauan ‘di rumah saja’, tak kunjung datang.

Di sisi lain Pemkot Makassar hanya sebatas janji menyalurkan sembako. Bahkan anggota DPRD Kota Makassar, Nunung Dasniar menyebut Iqbal Suhaeb sebagai Pj Walikota Makassar lemmot (lambat) dalam bersikap soal dampak covid-19.

“Masih kebanyakan imbauan. Jangan sampai orang almarhum gara-gara tidak sigap mengantisipasi covid-19,” kata legislator Partai Gerindra ini.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Makassar itu mengaku heran. Sebab
bantuan dari berbagai pihak sudah banyak yang masuk.

Pj Walikota Makassar Iqbal S Suhaeb yang dikonfirmasi INFOSULSEL.COM, via WA Senin (6/4/2020) mengaku akan segera membagikan sembako.

“Segera akan dibagikan sembako,” jawab Iqbal seadanya.

Pj Walikota yang dilantik 13 Mei 2019 lalu itu tak menjelaskan kapan janjinya itu direalisasi.(riel)

Pos terkait