Pj Walikota Ajak Pedagang Rapid Test Corona

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar memulai Rapid Test massal untuk seluruh pedagang pasar tradisional, juru parkir dan ojek online. Pada pelaksanaan hari pertama, Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb berkeliling di pasar Pa’baeng-baeng mengajak para pedagang untuk di Rapid Test.

Sehak pagi sjumlah pegawai Dinas Kesehatan telah bersiaga di dekat jalan masuk gerbang pasar. Secara bergeliran, para pedagang mengantri di posko-posko Rapid Test untuk mengikuti sejumlah tahapan, mulai dari pendataan, mengambilan sampel darah, pengujian Rapid Test hingga penyampaian hasil tes.

Bacaan Lainnya

Iqbal Suhaeb berharap seluruh pedagang untuk sejenak menghentikan aktifitas dan mengikuti Rapid Test.

“Rapid Test ini untuk menscreening penyebaran virus, apalagi kita di sini hampir setiap saat berinteraksi dengan banyak orang. Jadi hanya sebentar saja, diambil darahnya dan hasilnya bisa keluar dalam waktu yang tidak lama, dan ini gratis,” ujar Iqbal saat mendatangi satu persatu pedagang di Pasar Pa’baeng-baeng, Selasa (12/5/2020).

Untuk Rapid Test massal ini, Iqbal menargetkan 6.943 pedagang dan 100 kolektor yang tersebar di 18 pasar tradisional, 2.068 Jukir, serta 10.000 Ojol, yang melibatkan 47 Puskesmas se kota Makassar. Juga melibatkan lintas sektor terkait. Alat Rapid Test sendiri merupakan bantuan dari Pemprov Sulsel sebanyak 20.000 unit.

Selain di Pasar Pa’baeng-baeng, Iqbal juga mendatangi Puskesmas Tamalate untuk melihat proses Rapid Test yang ditujukan oleh para juru parkir.

“Alhamdulillah, hasil pantauan kita hari ini cukup baik, termasuk antusiasme warga yang melakukan pemeriksaan. Kita himbau para pedagang dan jukir yang belum agar mendatangi puskesmas yang terdekat dari tempat kerjanya agar lebih mudah, demikian pula penjual di pasar agar bergantian saat melayani pembeli supaya semua bisa melakukan tes,” ujar Iqbal kepada wartawan.

Pemerintah Kota Makassar gelar Rapid Diagnostic Test (RDT) secara Massal selama 4 hari, terhitung 12-15 Mei 2020. RDT yang digelar menetapkan target screening bagi pedagang pasar, pengemudi ojek online (Ojol) dan juru parkir (Jukir).(riel)

Pos terkait