Siap Bersinergi Dengan Legislatif, Ini Janji Prof Yusran : Saya Siap Dikritik

Pj Wdalikota Makassar yang baru Prof Yusran bersama Ketua dan wakil ketuya DPRD Kota Makassar, Rudianto Lallo dan Adi Rasyid Ali.(FOTO: SRI SYAHRIL)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Penjabat (Pj) Walikota Makassar Prof Yusran Jusuf  menegaskan sebagai pejabat publik dia siap dikritik. Baginya, kritik adalah energi baru untuk mencapai keberhasilan dalam mengelolah pemerintahan.

Penegasan itu disampaikan Yusran menjawab pertanyaan INFOSULSEL.COM pada sesi konferensi pers di ruang kerja barunya di lantai dua kantor Walikota Makassar,  Rabu (13/5/2020).

Bacaan Lainnya

Prof Yusran menggelar jumpai media didampingi dua pimpinan DPRD Makassar Rudianto Lallo, dan Adi Rasyid Ali.

“Sinergitas antara eksekutif dan legislatif adalah kunci keberhasilan. Kerjasama kedua lembaga sangat perlu dan harus dilakukan. Kehadiran dua pimpinan DPRD Makassar saat ini menunjukkan komitmen kami untuk bersinergi dalam membangun kota Makassar. Kami siap bersinergi dan siap dikritik. Bagi saya kritik adalah energi baru untuk mencapai keberhasilan dalam mengelolah pemerintahan,” tegas profesor asal Kabupaten  Maros kelahiran 6 Desember 1967 ini.

Mantan Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (FK Unhas) ini merujuk pada arahan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

“Saya kira arahan Pak Gubernur tadi cukup jelas. Bahwa kunci keberhasilan ini adalah Sinergitas dan kerja sama. Dan unsur pemerintahan itu DPR dan walikota,” jelas Yusran yang meraih gelar doktornya pada tahun 2005 lalu di Institut Pertanian Bogor (IPB), ini

Setiap kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah untuk kepentingan rakyat siap dikawal oleh DPR dan dilihat baik dan buruknya bagi masyarakat.

“Saya adalah orang yang terbuka. Silahkan ambil nomor HP saya. Karena bagi saya kritik itu adalah energi baru untuk kita bisa lebih optimal lagi,” tambahnya.

Prof Yusran mengakui hadirnya ketua DPRD Makassar dan Adi Rasyid Ali selaku Koordinator Badan Anggaran (Banggar) merupakan bentuk sinergitas yang sudah terbangun sebelumnya.

“Saya tentu berharap, harmonisasi antara eksekutif dan legislatif harus terus terbangun.  Jika dua potensi ini digabungkan jauh lebih dahsyat dibandingkan jika masing-masing sumber daya jalan sendiri,” kata Ketua Bappeda Sulsel itu.(andi/riel)

Pos terkait