INFOSULSEL.COM, BULUKUMBA – Ir Hj. A. Murniyati Makking, M.Si menjadi satu-satunya calon perempuan yang sudah memantapkan niatnya ikut bertarung di kampung halamannya, Kabupaten Bulukumba. Sebagai bukti keseriusannya, anggota DPRD Bulukumba dari Fraksi Partai Demokrat ini mengikuti fit and proper test di DPD Partai Demokrat Sulsel, belum lama ini.

begitu akronim namanya mengaku motivasinya ikut dalam penjaringan balon bupati di partai berlambang segi tiga mercy itu tak lain untuk memajukan daerah maupun masyarakat Bulukumba.
“Ada hal-hal yang perlu dibenahi di Bulukumba. Oleh karena itu, saya memberanikan diri dan berniat membangun Bulukumba agar bisa lebih maju lagi. Selain itu, dorongan dari berbagai pihak juga membuat saya bersemangat untuk melangkah di Pilkada Bulukumba,” tegas perempuan kelahiran 21 Januari 1967, ini.

Andi Murni yakin Partai Demokrat tempatnya mengabdi bakal mengusungnya. Ini selaras dengan kebijakan partai dan penyataan Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel, Ni’matullah Enre yang akan memprioritaskan kadernya.
Target Demokrat pada di Pilkada serentak 2020 tidaklah muluk-muluk. Dari 12 kabupaten kota yang akan menggelar Pilkda 9 Desember 2020, Ulla, sapaan Nai’matulla hanya menargetkan enam orang kader Demokrat maju sebagai kandidat 01 dan 02. Salah satunya adalah Andi Murni.
‘’Komitmen dan konsistensi kader Demokrat di kontestasi politik Sulsel sudah sangat teruji. Akan sangat rugi jika para kandidat tidak mau berpasangan dengan kader Demokrat,” ungkap Ulla, sapaan Wakil Ketua DPRD Sulsel in.
Sebagai Ketua DPC Partai Demokrat dan sebagai anggota DPRD Bulukumba di periode keduanya adalah modal bagi Andi Murni mengendarai partainya sendiri untuk berpasangan dengan Hamsah Pangki.
Modal lain dari istri Ir. H. Helmi Wartapane, MM, ini adalah hasil surveinya yang juga cukup bagus. Dia juga satu-satunya calon perempuan yang akan maju dalam kontestasi Pilkada di Bulukumba.
Bagi ibu dua anak ini, perempuan dan laki-laki memiliki kesetaraan hak berpolitik untuk memilih dan dipilih. Dia meyakini, keterbatasan perempuan hanyalah tak bisa menjadi imam atau pemimpin solat.
‘’Asalkan memiliki kemampuan, perempuan bisa menjadi kepala daerah,” katanya kepada INFOSULSEL.COM, Sabtu (20/6/2020).





