Pluim, Roh PSM di Liga 1

Wiljan Pluim.(FOTO: SRI SYAHRIL)

Pluim sejatinya adalah gelandang serang di belakang striker. Namun ia juga kerap dimainkan sebagai penyerang sayap. Malah, tak jarang pula bermain sebagai striker tunggal. Posturnya yang tinggi, 194 cm memudahkan dia menyambut umpan bola atas.

“Saya memainkan Pluim sebagai striker karena ia bisa menahan bola sekaligus jadi tembok buat pemain lain,” ujar Robert beberapa waktu lalu saat menjelaskan alasannya menugaskan Pluim berperan sebagai striker tunggal.

Bacaan Lainnya

Pada era Bojan Hodak yang gemar menerapkan pola 4-4-2, Pluim ditempatkan sebagai penyerang sayap pada formasi awal. Saat pertandingan berjalan, Pluim lebih terkesan sebagai ‘pemain bebas’ di lapangan.

Berkat aksi dan jasanya bersama PSM, Pluim bakal menjadi pemain asing terlama yang bertahan di PSM. Kontraknya baru akan berakhir pada 2021. Malah kemungkinan akan diperpanjang oleh manajemen Juku Eja.

“Willy (Pluim) adalah aset terbaik PSM saat ini. Totalitasnya di lapangan jadi nilai plus. Kami beruntung memiliki pemain seperti dia,” ungkap Munafri Arifuddin, CEO PSM beberapa waktu lalu.(riel)

Wiljan Pluim.(FOTO: SRI SYAHRIL)

Pos terkait