INFOSULSEL.COM, MAKASSAR— Seperti tahun-tahun sebelumnya, musim Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran (TA) 2020/2021) masih tetap dijadikan ajang bisnis bagi pihak oknum sekolah.
Anggota DPRD Makassar Mario David mengungkapkan hal itu pada rapat paripurna Selasa (21/7/2020). Legislator partai Nasdem ini secara tegas mengungkapkan adanya transaksi untuk bisa masuk di salah satu SMP Negeri.
“Bayangkan ada keluarga ketua fraksi di DPRD Makassar yang harus bayar Rp 1,5 juta untuk bisa lulus,” pekik legislator Fraksi Nasdem ini di depan rapat paripurna yang dihadiri Pj Walikota Makassar dan Plt Kadis Pendidikan kota Makassar Amalia Malik Hambali.
Mario memang tidak menyebut sekolah yang dimaksud. Namun kondisi ini banyak dikeluhkan orang tua calon anak didik. Bahkan tak sedikit masyarakat yang merasa dipermainkan.
Belum lagi soal kebijakan PPDB secara online yang dinilai merugikan calon siswa. Ini menyebabkan puluhan orangtua calon siswa sempat mendatangi kantor Dinas Pendidikan Kota Makassar untuk memprotes. Diduga proses PPDB di Makassar terjadi kecurangan, khususnya pada perubahan data siswa baru.
“Jadi kuat dugaan kami bahwa ada yang melakukan perubahan data, ini operator dan operator ini pasti ada yang suruh,” kata seorang massa aksi, Muslimin belum lama ini.
Selain itu, transparansi sehingga berdampak pada persaingan yang tidak sehat. Kurangnya sosialisasi menyulitkan orang tua calon siswa untuk mendaftarkan anaknya ke sekolah.
Muslimin menyebut masyarakata pada pelaksanaan PPDB tahun ini, tidak mendapatkan informasi karena tidak adanya keterbukaan dan tidak dilakukan sosialisasi sebelumnya oleh Disdik Kota Makassar.
‘’Padahal sesuai Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019, sosialisasi dilakukan paling lambat satu bulan sebelum PPDB,” katanya.






